Wako Resmikan Objek Wisata Rumah Ikan

sebagai obyek wisata agro, Kawasan ini salah satu dari beberapa bentuk usaha pertanian (agro) di Padang panjang yang dikembangkan jadi objek wisata agro. Wali Kota Padang panjang Hendri Arnis meresmikan Balai Benih Ikan (BBI) di Gajahtanang  Kamis (31/12) lalu. , yang berada timur kota itu.

Dengan tambahan fungsi tadi, BBI Gajahtanang yang diistilahkan dengan Rumah Ikan itu bukan lagi semata penyedia bibit ikan untuk usaha perikanan air tawar di kota itu.
Tapi juga menarik wisatawan untuk peningkatan konribusi BBI atas PAD-APBD kota yang diharapkan oleh wali kota naik dari Rp 200 juta pada 2015 jadi Rp 500 juta.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Padangpanjang, Candra didampingi oleh Sekretaris Distan Zetrial dan Kabid Perikanan Rusli menyebut ada 6 jenis kegiatan wisata yang bisa dilakukan di BBI Gajahtanang.

Yakni wisata mancing, wisata ikan hias, wisata masak ikan, wisata anak memberi makan ikan. Wisata anak main atau menangkap ikan pakai tangguk, dan wisata kemah keluarga atau grup.

Selain itu, juga akan ditopang dengan penyiapan calender event seperti lomba mancing (umum), lomba melukis/mewarnai antar murid TK se-Sumbar, lomba masak ikan antar pejabat se-Sumbar, dan lomba pop song/masak ikan antar pelajar SMTA se-Sumbar.

Pengembangan fungsi BBI tadi sejalan dengan perkembangan sarana-prasarana di BBI Gajahtanang.

Seperti bisa dilihat di lapangan sekarang, di BBI Gajahtanang dengan arial sekitar 2 hektare itu terdapat 35 unit kolam out door, beberapa kolam indor, 1 unit mess 2 lantai dengan kapasitas 40 orang, 1 unit home stay.

Produksi ikan air tawar di kota ini meningkat jauh, seperti pada 2014 lalu mencapai 700 ton lebih.

Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri pada acara yang juga dihadiri oleh anggota Muspida Kota Padangpanjang, sejumlah SKPD, camat, lurah dan kalangan pelaku usaha budidaya ikan air tawar itu, menyampaikan dukungan atas inovasi pengembangan fungsi BBI jadi obyek wisata agro tersebut