300 Pebalap, Komunitas Kuliner-Seni Ramaikan TdM

painan,Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, memeriahkan Tour de Mandeh (TdM) dan Festival Mandeh, Minggu (20/12). Sebanyak 300 peserta fun bike, komunitas kuliner, seni, budaya dan kerajinan dari delapan Kenagarian di Kecamatan Koto XI Tarusan,

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Andrinof Chaniago di Tarusan, Minggu (20/12) mengatakan, ide TdM lahir secara spontan dari para pegiat pariwisata dan pemerintah setempat.

“Kami menilai ini sebuah keistimewaan. Belum pernah saya melihat aksi berbagai elemen masyarakat yang serta merta tanpa dikomandoi ternyata satu tujuan untuk KWBT Mandeh,

Dalam kegiatan Tour de Mandeh merupakan ajang fun bike yang melintasi jarak sepanjang 26 kilometer dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Carocok Tarusan dan 'finish' di Mudik Air, Nagari Sungai Nyalo.

Dalam lomba kuliner akan dinilai tim juri dari Indonesia Chef Asosiasi (ICA) Sumbar. Sedangkan festival seni dan tradisi dinilai tim Sanggar Seni UNP, dan kerajinan dari ISI Padang Panjang.

Zulhizul seorang pegiat pariwisata setempat, menjelaskan konsep kegiatan TdM dan Festival Mandeh bukan saja semata-mata sebagai ajang promosi pariwisata.

maka dari itu kami mengajak pengunjung dan para wisatawan untuk melihat KWBT Mandeh sebagai kawasan dengan berbagai sisi kehidupan, mulai nelayan hingga pengrajin.

“Untuk acara kuliner, seni, budaya dan kerajinan merupakan kelanjutan program pemberdayaan masyarakat dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar),” jelas Owner Lawang Park itu.

Dari Hasil program tersebut melahirkan kelompok-kelompok masyarakat yang nantinya bakal menjadi pelaku dalam perjalanan KWBT Mandeh itu sendiri.

Sementara itu Penjabat Bupati Pesisir Selatan, Alwis Darwis menyampaikan pihaknya telah menyiapkan anggaran dan konsep untuk pengembangan KWBT Mandeh ke depan.

Pemerintah daerah untuk 2016 menganggarkan Rp4 miliar untuk perbaikan sarana dan prasarana di kawasan itu.

“Kami telah menyiapkan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Ripparda) sebagai acuan. Penyusunan rancangannya melibatkan Bapak Andrinof Caniago,”ungkapnya.