Travel Agent Diharapkan Perkenalkan Image Positif Destinasi Sumbar bagi Wisman

Sumatera Barat memiliki potensi pariwisata yang cukup menjanjikan, namun tidak terpublikasikan dengan optimal karena pengaruh image negatif akibat image teroris dan daerah yang tidak layak dikunjungi, sehingga wisman enggan untuk membeli paket wisata ke Sumbar.

Upaya untuk menggenjot pariwisata di Sumbar, melalui peran travel agent untuk meyakinkan wisman bahwa Sumbar layak jadi destinasi, aman dan nyaman bagi tamu mencanegara yang datang disumbar.

Demikian disampaikan Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diwakili Kabid Pengembangan Destinasi dan daya tarik pariwisata Dinasparekraf Sumbar, Federda ketika membuka rakor industri pariwisata di Sebuah Hotel di Padang, Senin, (7/12). Dengan tema melalui rakor mari tingkatkan kualitas usaha perjalanan wisata.

Rakor iindustri pariwisata diikuti 50 travel agent di seluruh provinsi Sumbar.

Kabid Pengembangan Destinasi dan daya tarik pariwisata Dinasparekraf Sumbar, Federda mengatakan, "Ekonomi Indonesia sudah terlalu lama bergantung pada hasil sumber daya alam. Makanya Tahun 2019 Pemerintah Indonesia menargetkan sektor PAD terbesar dari destinasi pariwisata. Upaya yang harus dilakukan untuk menggenjot pariwisata dengan belajar negara kompetitor Malaysia dan Thailand sehingga target 2019 bisa tercapai," katanya

Tingkat kunjungan wisatawan mancanegera dan domestik di Sumbar rendah sejak dua tahun terakhir hanya pada kisaran 60 ribu, hal ini disebabkan karena pengenalan terhadap Indonesia khususnya Sumbar sebagai daerah yang tidak aman dan nyaman sehingga wisatawan enggan berkunjung. Hal ini perlu ada perubahan paradigma Sumbar yang dilakukan travel agen untuk mempromosikan Sumbar sebagai destinasi layak untuk dikunjungi, aman dan nyaman.

Selama ini, paket wisata yang diperkenalkan hanya untuk kunjungan dari dalam keluar namun untuk paket wisata dari Sumbar ke mancanegara sangat kurang datang kesumbar. Kendati itupun ada, namun belum menjangkau paket wisata dari mancanegara terutama Eropa dan Australia. "Saya Ingatkan travel agent hidup-hidupi pariwisata dan selalu tingkatkan kemampuan tour operatornya," ujurnya.