88.903 Wisatawan Kunjungi Payakumbuh Selama 2015

Wisatawan mengunjungi Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) selama Januari - Oktober 2015.Sebanyak 88.903

Kepala Bidang Pengendalian Program, Dinas Pariwisatan Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Budhy D Permana di Payakumbuh, Jumat mengatakan jumlah kunjungan tersebut lebih rendah dibanding 2014 yang mencapai 116.648 wisatawan.

"Dari total kunjungan tersebut masih didominasi oleh wisatawan domestik dan lokal, sementara wisatawan mancanegara angkanya cukup rendah," kata dia.

Pihaknya optimis, tingkat kunjungan wisatawan ke daerah itu pada tahun 2015 lebih tinggi dari tahun 2014.

katanya, di daerah tersebut ada beberapa destinasi wisata, diantaranya Ngalau Indah, Panorama Ampangan dan Kolam renang.

Budhy menilai rendahnya kunjungan wisatawan asing ke daerah itu karena dunia kepariwisataan Sumbar masih terfokus ke Kabupaten Pesisir Selatan dan Mentawai.

"Sehingganya, para wisatawan mancanegara yang datang ke Sumbar lebih memilih dua daerah tersebut," kata dia.

Selain itu, juga adanya aturan yang membatasi masa kunjungan wisatawan mancanegara, sehingga berdampak kepada kunjungan wisatawan ke Kota Payakumbuh.

Menurutnya, kalaupun ada kunjungan wisatawan asing tersebut, namun lama mereka berwisata di daerah yang berjulukan "Kota Galamai" hanya singkat, sehingga dampaknya belum begitu dirasakan masyarakat setempat.

"Singkatnya masa kunjungan wisatawan mancangera juga disebabkan karena di Payakumbuh belum ada penginapan yang representatif bagi mereka," katanya
Budhy menambahkan, pemerintah setempat terus melakukan pembenahan terhadap sektor pariwisata di kota itu, selain itu juga mengembangkan wisawa kuliner dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ditekuni masyarakat.

Sebelumnya Ketua DPRD Payakumbuh Yendri Bodra menyarankan peluang menyediakan penginapan yang representatif tersebut dapat segera direalisaikan, baik melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau mendatangkan investor.

Menurutnya, selain untuk kunjungan wisatawan mancanegara, di Payakumbuh ada iven-iven yang bertaraf internasional, salah satunya Tour de Singkarak.

Dengan demikian, kata dia, para peserta dan tamu itu dapat bermalam di Kota Payakumbuh, sehingga dampak dari kegiatan tersebut dapat lebih dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitar.

Selama ini, para peserta dan tamu itu menginap di Kota Bukittinggi dan Padang, sehingga Payakumbuh hanya sebagai tempat pelaksana kegiatan tersebut.