Kemenpar Mulai Pembangunan Homestay KWBT Mandeh 2016

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia akan memulai pembangunan 100 homestay di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat pada 2016.

Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenpar RI, Oneng Setia Hari ini di Painan, Rabu, mengatakan pembangunan homestay dan toilet itu ditargetkan tuntas hingga 2017 guna menunjang pengembangan KWBT Mandeh.

Pembangunan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Mandeh beberapa waktu yang lalu, sekaligus menetapkannya sebagai kawasan wisata bahari terpadu.

Untuk homestay pembangunannya akan melibatkan pemerintah daerah, swasta dan masyarakat sekitar untuk membantu kawasan mandeh manjadi libih baik lagi dan tambah indah. Namun sebelumnya masyarakat akan diberi pemahaman dalam pengelolaan homestay supaya wisatawan nyaman datang ke wisata mandeh.

"Toilet akan rampung tahun depan, pihak swasta yang menyumbang kloset. Sedangkan homestay akan diupayakan seperti itu juga," katanya dalam acara Pemberdayaan Masyarakat dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Homestay Mandeh.

Menurutnya pembangunan homestay di Mandeh merupakan pilihan tepat bagi pariwisata berbasis masyarakat seperti KWBT Mandeh. Selain harga sewanya terjangkau, juga mampu meningkatkan pendapatan warga sekitar dan membantu ekonomi masyarakat.

"Ini mengingat fenomena pariwisata secara nasional yang semakin berkembang dan tingkat kunjungan wisata yang juga turut melonjak,"katanya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Pesisir Selatan, Alwis Darwis menyampaikan pembangunan homestay dan penyediaan toilet ini tentunya menjadi harapan baru bagi masyarakat sekitar.

Apalagi sejak ditetapkan sebagai KWBT akan menjadi sejarah tersendiri yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan masyarakat Mandeh.

"Pemerintah daerah juga telah menyiapkan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah sebagai regulasi penunjangnya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat selesai," katanya.

Ia sangat berharap masyarakat memberikan dukungan untuk memanjukan wisata sekitar. Sebab keberadaan KWBT Mandeh merupakan tantangan bagi daerah untuk menjadikannya sebagai destinasi bertaraf internasional.harapanya

Acara itu dihadiri Penjabat Bupati Pesisir Selatan, Alwis Darwis, Kepala Bagian Humas, Sabrul Bayang. Pemerhatikan Pariwisata dari Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid, Sekretaris Jenderal Asosiasi Toilet Indonesia Enny Herawaty.