Disbudpar Anggarkan Rp4 Miliar Perindah Pantai Padang

 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang mengalokasikan dana Rp4 miliar pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2016 untuk memperindah Pantai Padang.

Kepala Disbudpar Padang Medi Iswandi di Padang, Kamis, menyebutkan anggaran tersebut untuk membangun fasilitas-fasilitas di kawasan Pantai Padang dan Purus, di antaranya jalan untuk "jogging", wisata bahari, taman kota, "landmark", panggung terbuka, dan lapangan parkir yang nyaman.

"Seharusnya total anggaran untuk membangun fasilitas tersebut adalah Rp8 miliar, tapi karena keterbatasan anggaran jadi kami bisa menganggarkan ke APBD 2016 yang diajukan ke DPRD sekitar empat miliar," katanya.

Untuk mencukupi kekurangan tersebut, ia mengatakan Pemerintah Kota Padang juga meminta bantuan kepada Balai Sungai Lima untuk ikut membangun dengan sisa kekurangannya.

Mengenai pembangunan lapangan parkir, rencananya di dua lapangan parkir, yaitu di lokasi yang sebelumnya ditempati pedagang yang sudah dibongkar dan dipindahkan, serta di dekat jembatan dekat Muaro Lasak.

"Ada dua parkir yang akan dibangun pada tahun 2016. Pertama untuk kedaraan roda dua dengan kapasitas mencapai 1.000 motor, kemudian di dekat jembatan yang arah ke Muaro Lasak sebelah kanan akan dibangun parkir bertingkat," katanya.

Medi berharap setelah pembangunan parkir tersebut selesai, ada tempat parkir pusat yang dikelola oleh organisasi resmi.

"Jadi di luar itu tidak boleh lagi ada parkir sembarangan, karena kalau parkir sembarangan akan dipungut oleh orang sembarangan dengan tarif yang juga sembarangan," ujarnya.

Untuk Lapau Panjang Cimpago, katanya, saat ini sudah ada 75 pedagang yang dipindahkan, terdiri atas 68 pedagang yang pertama berdagang atau kelompok 68, kemudian ada tujuh lagi dari kelompok 19 yang dulunya disebut tenda ceper.

"Untuk tenda ceper ada 12 lagi yang belum dipindahkan, menunggu duo blok lagi siap dan menunggu komitmen mereka untuk tidak melakukan praktik asusila berdagang. Kalau mereka sudah sepakat dengan itu, kami akan memfasilitasi," katanya.

Namun, katanya, masih ada syarat untuk pedagang tenda ceper tersebut, yaitu pedagang tersebut benar-benar hanya itu mata pencariannya dan tidak memiliki usaha lain.

Jika para pedagang tersebut memiliki usaha lainnya maka mereka tidak akan mendapat tempat di LPC.

Total keseluruhan tempat di LPC sampai saat ini 100 unit, di mana 75 unit sudah terisi dan ada lima yang belum, serta 20 lainnya dalam tahap pembangunan.

Pengunjung kawasan Pantai Padang masih mengeluhkan parkir di lokasi tersebut, meskipun sudah dilakukan penertiban oleh Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Padang Barat.

Salah seorang pengunjung, Ocha (23) yang datang menggunakan mobil mengaku dimintai uang parkir melebihi tarif yang sudah ditentukan.

"Selama empat jam saya parkir di lokasi tersebut sudah lima kali saya dimintai uang parkir oleh tukang parkir yang berbeda," katanya.

Ia berharap setelah pembangunan parkir yang resmi, dibuat papan keterangan jumlah tarif parkir yang disediakan sehingga tukang parkir tersebut tidak bisa menagih tarif yang berlebih dari yang ditentukan