Dinas Parekraf Sumbar Adakan Perdana di Padang Gelaran Karya kreatif MDI

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Barat,menyelenggarakan Gelaran Karya kreatif media,desain dan Iptek (MDI) di Halaman Kantor Dinas Parekraf Sumbar, Kamis malam, (6/11). Gelaran Karya kreatif media, desain dan Iptek ini dibuka secara resmi Kadis Parekraf Sumbar, Drs, Burhasman,MM.

semenjak perubahan SOTK dari Dinas kebudayaan dan Pariwisata Sumbar menjadi Dinas Parekraf Sumbar awal Januari 2014 lalu, ada dua fokus Dinas Parekraf yakni bidang seni dan budaya kedua media, desain dan Iptek. Lanjutnya, acara malam ini merupakan fokus ekonomi kreatif bidang media, desain dan Iptek.

Gelaran Karya kreatif media desain dan Iptek ini bertujuan mendorong dan memotivasi para pelaku ekonomi kreatif khususnya yang berbasis MDI dan untuk meningkatkan kuantitas, kualitas (nilai tambah) serta daya saing dari setiap rantai produksi.

Dan Kegiatan yang digelar selama tiga hari dari tanggal 5-7 November 2015 dari pukul 14.00wib-20.00wib itu antara lain pameran karya media desain dan iptek, workshop (coaching clinik fotografi), penampilan karya multi media pemutaran film, lomba foto pariwisata Sumbar foto booth, dan pelantikan Pengurus Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia (APFI) Sumbar.

Pameran karya media desain dan iptek karya siswa SMp 25 Padang antaralain Syifa Salsabila Yuhirman (13) dan Syifa Khairunisa Yuhirman (12), kedua kakak beradek siswa SMP 25 Padang memiliki hobi membuat buku cerita anak-anak. Dan juga pameran karya kreatif dari Diva Salsabila Growpadi, seorang desainer logo untuk online shop yang juga siswa SMP 25 Padang.

keciptaan budaya minang perlu dibangkitkan melalui kreatifitas dari animator muda minangkabau dalam bentuk karya animasi yang menampilkan nilai budaya, dalam upaya memback-up masuknya budaya asing melalui animasi, "Jika ini dikelolah secara serius maka setidaknya anak-anak kita tahu oh iniloh budaya minangkabau," ujarnya.

"Ini kegiatan perdana baru yang masih sederhana untuk kedepan kita berusaha menyempurnakannya lagi," tuturnya.

Acara dilanjutkan acara penyerahan 17 warisan budaya tak benda nasional asal Sumbar dari Dinas Parekraf Sumbar, Drs. Burhasman,MM kepada Kepala Badan perpustakaan dan kearsipan Sumbar.

Ada nya Warisan budaya tak benda milik Sumbar yang jadi Warisan Budaya tak benda nasional antara lain Randang, sistem garis keturunan ibu di masyarakat Minangkabau, arsitektur rumah gadang, aksara naskah Kha-Ga-Nya (2013), ronggeng pasaman, tatoo Mentawai, tari toga, silek minang, kaba cinduo mato, indang piaman dan songket pandai sikek (2014). Pada tahun 2015 baru ditetapkan ulu ambek, rabab, solawat dulang, pasambahan dan Batombe menjadi warisan budaya nasional.