Yudha Prasetia-Amyra Wisman Keluar Sebagai Uda Uni Duta Wisata Sumbar 2015

dalam Malam Grand Final pemilihan Uni dan Uda Duta Wisata Sumbar 2015, berlangsung meriah dengan nuansa berbeda dari tahun sebelumnya. Pada ajang yang berlangsung di Ballroom Hotel Inna Muara, Sabtu (7/11) hingga dinihari tersebut, juga diberikan penganugrahan penghargaan peduli wisata award 2015.

Dari 18 pasang uda dan uni duta wisata dari 18 kab/kota minus Kota Pariaman yang berlaga di grand final itu, Yudha Prasetia terpilih sebagai Uda Duta Wisata Sumbar 2015. Dia disandingkan dengan Amyra Wisman, yang didapuk sebagai Uni.

Sekda Provinsi Ali Asmar mengatakan Sumbar memiliki potensi yang luar biasa baik segi keindahan alam, seni budaya dan kulinernya yang merupakan modal dasar untuk kepariwisataan daerah, untuk memberdayakan itu perlu promosi. Mak itu perlu peran Duta wisata dalam memperomosikan potensi pariwisata yang dimiliki oleh Sumatera Barat

"Kegiatan ini wujud upaya Pemprov Sumbar siapkan generasi mudanya yang akan mendukung pembangunan Sumbar khususnya memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," katanya.

Menurut Sekda, Penyelenggaraan pemilihan duta wisata ini merupakan bagian integral dari pembangunan dunia wisata. Uda uni ini pada saatnya dapat saja ditunjuk menjadi duta wisata yang mengembang tugas mempromosikan kekayaan seni, budaya dan obyek wisata daerahnya masing-masing.

"Uda uni Sumbar akan digembleng dalam sebuah komunitas untuk peningkatan kompetisinya," ungkapnya

Dan dia mengharapkan para finalis dapat memiliki disiplin, dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi untuk membantu pemerintah daerahnya dalam mempomosikan potensi daerahnya. Seorang duta itu dituntut memilik intelektualitas (brain), paras yang gagah dan cantik (beauty) dan memilik prilaku yang baik (bahavior) selain itu ketulusan, dan kerendahan hati.

Sementara itu, Kadis Parekraf Sumbar, Drs, Burhasman,MM mengatakan iven rangkaian puncak pemilihan duta wisata sumbar, merupakan akumulasi pemilihan duta wisata tingkat kab/kota sebelumnya, kali ini diikuti 18 kab/kota minus kota Pariaman.

Kriteria penilaiannya sangat jelas ada tim penilai dari unsur adat, pelaku dan desainer. Psikolog Syahniar mengatakan pemilihan tidak hanya beauty tapi juga brain behavior.