TdS 2015: Pebalap Iran Masih Berjaya Pada Etape IV

Pebalap asal Iran masih berjaya pada Etape 4 Tour de Singkarak (TdS) 2015. Pebalap yang memiliki nama Tabriz Amir Kolahdozhagh dari tim Tabriz Petrochemical berhasil menjadi pebalap tercepat yang melintasi garis finis dengan catatan waktu 4 jam 30 menit 19 detik. Posisi kedua dikuasai  Thomas Lebas  dari Bridgestone Anchor Cycling  France dengan cacatan waktu 4:30:19. 

Sementara untuk posisi ketiga diraih oleh pebalap asal Australia Jai Crawford Kinan Cycling Team dengan cacatan waktu 4:30:19.

Balapan Etape 4 berlangsung pada Selasa (6/10), dengan start di Kota Sawahlunto dan finis di halaman kantor Bupati di Solok Selatan. Para pebalap menempuh jarak 163,5 km.

Perubahan terjadi di klasifikasi pebalap tercepat di Indonesia dan Asean. Rider asal Malaysia, Ariya Phounsavath, berhasil menggeser Aiman Cahyadi sebagai pebalap tercepat di ASEAN. Tidak hanya tergeser sebagai pebalap tercepat di klasemen pebalap ASEAN, Aiman juga tergeser dari puncak klasemen pebalap tercepat Indonesia. Tampuk pimpinan klasemen pebalap Indonesia kini dipegang oleh Dadi Suryadi yang juga berasal dari Pegasus.

Dadi mengaku penampilannya kali ini lebih baik dibandingkan etape-etape sebelumnya.  

“Saya kram sebelum KOM 1 pada etape kedua sehingga tidak tampil maksimal,” katanya usai balapan.

Untuk kategori Indonesia Rider Classification atau Red White Jeresey dijuarai oleh pe­balap Bambang Suryadi dari tim Banyuwangi Racing Cycling Club dengan waktu 12:40:47 dan di­susul Nandra Eko Wahyudi dari tim yang sama dengan durasi waktu 12:49:48.

Untuk kategori General Cals­sificcation atau Yellow Jersey masih dipegang oleh pebalap asal Iran Amir Zargari tim Pishgaman Giant dengan durasi 12:26:41. Sedangkan,kategori Mountain Competition atau Polka Dot Jersey dimenangkan oleh pebalap Iran Arvin Maozemi Goudarzi dengan poin 41.

Etape 4 sebagai titik King of Mountain alias perebutan predi­kat raja tanjakan dan sepenuhnya berisi tantangan Sprint, rombo­ngan memasuki finis hanya ber­kelompok kecil dengan jarak waktu yang cukup lama.

Pada etape 3  sebelumnya pebalap dimanjakan trek landai. Pada Etape 4, para pebalap menemui tantangan tanjakan. Tak tanggung-tanggung, tanjakan Hors Categorie (HC) yang menung­gu, 3 titik king of moun­tain dan 2 sprint

“Pada Etape 3 sebelumnya, treknya berkarakter kencang, yakni tanpa titik King of Moun­tain, maka di Etape 4 lebih do­minan tanjakan. Ada tiga titik King of Mountain dan dua titik Sprint di tahap ini,” kata Kepala Dinas Budaya Pariwisata dan Pemuda Olahraga Solsel, Doni Hendra.

Para pebalap melalui jalan menurun dan menghadapi titik Sprint pertama yakni di Surian. Treknya terus menurun, sampai ke titik Sprint kedua di Muaro Labuh. Setelah itu, tanjakan ketiga sudah menanti. Titik King of Mountain kategori dengan ketinggian 943 mdpl, jadi ujian terakhir 13,5 km sebelum garis finis di blok nol Kenagarian Pekonina, Solsel.