Kali Pertama Ruas Jalan Sitinjau Laut Dijadikan Lintasan Tour De Singkarak

TDS 2015 - Untuk kali pertama dalam sejarah penyelenggaraan Tour De Singkarak, ruas jalan Provinsi Sitinjau Laut yang dikenal merupakan salah satu jalan yang extrem dan banyak menyebabkan kecelakaan lalu lintas, digunakan sebagai rute lintasan pada iven internasional Sport Tourism Tour de Singkarak 2015. Digunakannya lintasan Sitinjau Laut, disamping menjual potensi destinasi wisata, juga memberikan tantangan baru bagi para pebalap. Ditambah lagi saat ini kondisi di lintasan tersebut layak digunakan.

"Sebenarnya, sudah lama rute Sitinjau Laut ingin kita gunakan sebagai salah satu lintasan TDS. Namun selama ini, kondisi jalan pada lintasan tersebut masih belum layak. Survei terakhir yang kita lakukan memperlihatkan bahwa lintasan tersebut sudah layak,"kata Sondi Sampoerno, Race Director Tour de Singkarak 2015, Rabu (30/9).

Walau dikenal sebagi medan yang cukup extrem lanjut Sondi, namun tidak ada pengamanan ekstra dari petugas maupun pihak penyelenggara. Semua prosedur pengamanan sama dengan lintasan lain. Hanya saja dihimbau kepada media yang melakukan peliputan, atau warga yang menonton untuk berhati-hati, karena di kawasan tersebut banyak jurang yang cukup curam.

Target utama dari diberlakukannya lintasan Sitinjau Laut, selain memberikan tantangan baru, juga sebagai media memperkenalkan destinasi wisata dikawasan tersebut kepada Pebalap. Karena jika melewati kawasan itu, tak hanya dapat menikmati keindahan kota padang, namun juga dapat menikmati kesejukan dari hutan raya.

Sementara itu, Didit P. Santoso, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Sumatera Barat mengapresiasi langkah yang diambil oleh penanggung jawab lintasan TdS, dengan memberlakukan lintasan Sitinjau Laut. Pasalnya, dikawasan tersebut masih menyimpan potensi objek wisata yang cukup menarik.

Melalui ajang TDS 2015 ini, Disperekraf Sumbar juga berharap pasca penyelenggaraan TDS, ada perhatian serius pemerintah Kota untuk mengelola lokasi tersebut sedemikian rupa, dengan tidak merubah konsep yang sudah ada sebagai sebuah obyek wisata Hutan Raya. Pada intinya, walau akan ada pembenahan namun brand sebagai obyek Hutan Raya yang kaya dengan plasma nutfahnya tidak dihilangkan.

"Sitinjau laut sudah harus diperkenalkan dengan maksimal, karena itu merupakan salah satu aset wisata yang kita miliki,"katanya.

Jika nanti akan ada pembenahan baik dilakukan oleh pemerintah maupun investor, Didit berharap konsep hutan raya tidak dirubah, karena itu nilai jual yang cukup tinggi. Selain pemandangan yang menarik, hutan raya juga dikenal banyak memiliki tanaman langka dan tanaman obat.

Diketahui, iven internasional Sport Tourism Tour de Singkarak memiliki panjang lintasan 1.300 kilometer yang terbagi menjadi 9 etape. Tim sendiri dijadwalkan akan tiba di Sumatera Barat pada tanggal 1 Oktober 2015 pukul 5. 55 Wib, untuk kemudian menyesuaikan dengan kondisi cuaca, sebelum pada 3 Oktober bertanding pada etape pertama dengan rute yang dilalui sepanjang 136 kilometer, dimulai dari start Pantai Carocok, Pesisir Selatan dan finis di Pantai Gandoria, Pariaman.