Sebelum Marshall Lewat, Pengguna Jalan Masih Diperbolehkan Melintasi Rute TDS 2015

TDS 2015 - Jelang perhelatan iven internasional Sport Tourism Tour de Singkarak 2015, seluruh bentuk persiapan termasuk salah satunya membangun komunikasi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan. Hal ini tak lain agar penyelenggaraan TDS 2015 lebih baik dari tahun sebelumnya. 
 
Tak hanya fokus kepada peserta, persiapan, serta kesuksesan pelaksanaan TDS 2015. Pinyak penyelenggara juga tengah berusaha semaksimal mungkin mengurai kemacetan panjang seperti tahun sebelumnya, akibat akses jalan raya ditutup hingga rentang waktu berjam-jam. 
 
Dalam aturan yang dikeluarkan penanggung jawab lintasan perlombaan. Untuk akses jalan raya yang dilewati para pebalap TDS 2015, ditutup setelah kordinator marshall melewati lintasan, atau sekitar 30 menit sebelum pebalap lewat. Pasalnya, Marshall sendiri berjarak sekitar 45 menit dari pebalap. Dengan pembagian waktu, 20 menit dibelakang Marshall ada pengamanan mobil polisi, dan 20 menit pengamanan menggunakan sepeda motor polis, baru kemudian 5 menit dibelakang pengamanan terakhir pebalap melintasi rute. 
 
"Aturan yang kita tetapkan, jalan raya ditutup bagi penggendara lain sekitar 30 menit sebelum para pebalap TDS melintasi rute, atau minimal 20 menit setelah kordinator marshall melewati lintasan. Baru kemudian lintasan steril untuk beberapa saat hingga semua pebalap lepas dari lintasan tersebut,"sebut, Sondi Sampoerno, Race Director Tour de Singkarak 2015, Selasa (29/9).
 
Aturan tersebut lanjut Sondi Sampoerno, berlaku untuk lintasan satu arah. Lain halnya jika lintasan atau etape yang dilewati itu berlainan arah atau dua arah. Maka sepanjang lintasan memang harus steril satu jam sebelum start, atau minimal ketika start sudah dilakukan. Hal ini terpaksa dilakukan agar petugas khusus nya kepolisian dan pihak terkait tidak kewalahan mengatur pengamanan di jalan raya. Karena jika tidak dilakukan hal demikian, maka tidak menutup kemungkinan pebalap menemui titik kemacetan.
 
"Kita minta kepada pengguna jalan raya untuk bersabar, terutama ketika lintasan dua arah disterilkan, agar keselamatan para pebalap terjamin,"tambahnya.
 
Dengan demikian papar Sondi, pengguna jalan yang hendak melintasi rute yang dilalui pebalap, bisa berkoordinasi dengan petugas pengamanan, berapa jarak rentang waktu pebalap masuk lintasan. Jika masih memungkinkan terutama pada lintasan satu arah, maka pengendara bisa meminta akses untuk melewati rute tersebut. 
 
Sementara itu, AKBP Paisal Anwar, Kabag Opsdal Polda Sumbar yang juga koordinator pengamanan TDS 2015 menyebutkan, perihal buka tutup jalan saat penyelenggaraan TDS 2015 berlangsung, itu bersifat fleksibel dan menyesuaikan dengan kondisi dilapangan. Jika memang memungkinkan, maka buka tutup jalan akan tetap dilakukan sesuai dengan ketentuan dari penanggung jawab lintasan. Dengan artian, kita juga tidak mau masyarakat atau pengguna jalan raya terganggu dan merasa dirugikan.
 
Personil yang bertugas dilapangan beber AKBP Faisal Anwar, dibekali dengan manual race, agar bisa melihat dan memperkirakan estimasi waktu, serta penguasaan dan pengetahuan lintasan, terutama titik pembuangan (persimpangan), sebagai langkah mengurai kemacetan. 
 
"Pada kondisi lintasan satu arah, buka tutup bisa dilakukan sesuai dengan ketentuan dari race director. Tapi hanya berkemungkinan kepada kendaraan kecil. Namun yang dua jalur memang agak sedikit sulit, terutama jika disepanjang lintasan tidak ada persimpangan,"ujarnya.
 
Yang jelas dari pihak pengamanan tegas AKBP Faisal Anwar, akan selalu mengambil langkah terbaik. Baik dari segi pengamanan pebalap, maupun penguraian kemacetan. Maka dari itu, sangat diharapkan kepada masyarakat yang nantinya akses jalan terganggu karena buka tutup untuk dapat mengerti, karena iven ini merupakan iven kebanggaan Sumatera Barat.
 
Sementara itu, khusus untuk akses jalan buka tutup selama berlangsungnya TDS 2015, warga atau pengguna jalan raya dapat melihat bahkan mendownload race schedul di website resmi Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Sumbar dengan alamat sumbar.travel. Ini ditujukan agar seluruh pengguna jalan raya pada lintasan yang dilewati para pebalap dapat menghitung dengan seksama estimasi waktu agar tidak terlalu lama terjebak kemacetan.
 
Di race schedul tetap, tercatat jelas waktu star hingga finish. Termasuk didalamnya perkiraan kecepatan dari masing-masing pebalap. Misal, jika pada etape I Pantai Carocok-Pantai Gandoria start pukul 11.00 Wib dan finis pukul 15.05 Wib, dengan jarak tempuh 163 kilometer, rata-rata kecepatan masing-masing pebalap 38, 40 hingga 42 Km/h, maka estimasi perkiraan tiba di jalan Sudirman atau depan kantor Gubernur Sumbar kisaran pukul 13.03 hinga pukul 13.16 Wib.
 
Pada race schedul tak hanya ada penjelasan soal rute, panjang lintasan serta waktu start dan finish, namun juga tercatat estimasi waktu kedatangan pebalap dimasing-masing kota yang dilewati. Jadi dengan adanya race schedul, warga dapat dengan cermat mengantisipasi waktu perjalanan disepanjang lintasan, agar tidak terlalu lama terjebak dalam kemacetan