Pameran Foto "West Sumatran: People and Culture" dalam ICOC di Melbourne Mampu Membuka Mata Dunia

Pameran foto berlatar belakang etnik Minangkabau dalam Indonesia Council Open Conference (ICOC) di Universitas Deakin kampus Waterfront, di Kota Geelong Melbourne, negara bagian Victoria, Australia yang berlangsung kemarin (2/7) sampai hari ini (3/7), mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Acara ini dinilai mampu memberikan perspektif baru terhadap Indonesia, khususnya Sumbar. Tidak hanya itu, pameran yang menghadirkan 36 karya dari 10 fotografer yang tergabung dalam MinangAperture Community (Miniature) itu, diyakini mampu membuka mata dunia soal Sumbar.

Sangat disayangkan karena selama ini kebanyakan bahkan sampai 80 persen, orang Australia dan negara lain menganggap Indonesia itu hanya Pulau Bali. 
Jane Ahlstrand, salah seorang mahasiswi Australia menyebutkan bahwa seusai menyaksikan pameran itu dirinya tertarik melihat secara langsung keindahan alam Sumbar. Selama ini, ia hanya mengenal Indonesia lewat Bali. 

”Ternyata keindahan alam Sumbar memiliki daya tarik sendiri,” terangnya. Hal ini senada dengan ungkapan salah seorang pengunjung yang berasal dari Jepang, Yoshi Abe. Dia pun berniat mengatur perjalanan wisata ke Sumbar. 

”Keelokan alam Sumbar, jelas menarik untuk dikunjungi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat saya bisa ke sana,” tutur Yoshi. 

Pameran foto ini mendapat apsresiasi dari Dubes Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema yang datang bersama istrinya Nino N Riphat, serta Konjen Melbourne Dewi Savitri Wahab.

”Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi tinggi, seperti Sumbar ini. Tradisi ini  harus dikenalkan kepada masyarakat Australia, karena tidak seluruh masyarakat Australia tahu,” katanya.

Beliau juga menambahkan, "Bayangkan sebanyak 80 persen wisatawan Australia itu hanya pergi ke Bali. Bagi mereka kalau sudah nyaman pada suatu tempat, pastilah mereka akan tetap pergi ke situ. Makanya, kita harus mengembangkan lagi mereka dan harus memberikan pengertian yang lebih besar kepada mereka tentang siapa Indonesia itu,”

Menurutnya pameran ini tepat sekali diadakan untuk menarik simpati dan perhatian masyarakat luar.

”Saya pikir ini adalah sesuatu yang tepat sekali untuk kita tunjukan. Dengan cara inilah, kita bukan hanya menarik turis tetapi juga menarik simpati mereka dan perhatian mereka terhadap kekayaan khasanah budaya kita,” ujar Nadjib.

Dewi Savitri Wahab selaku Konjen Melbourne juga menambahkan bahwa pameran foto ini memberikan perspektif lain mengenai Indonesia. Foto-foto yang ditampilkan menggambarkan tentang kehidupan sehari-hari yang men-capture human interest dari masyarakat Sumbar.

Ke-10 fotografer yang ambil bagian dalam pameran foto berjudul ”West Sumatran: People and Culture” ini berlatar belakang pendidikan berbeda.