Fotografer Berburu Keindahan Bawah Laut Mandeh

Fotografer bawah laut kembali berburu keindahan bawah laut di kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan. Jika sebelumnya fotografer kelas dunia datang dalam ajang Mandeh Underwater Expedition Joy Sailing, pada Sabtu-Minggu (18-19/4) fotografer dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam iven Underwater Photography Tournament.

Kegiatan ini merupakan rangkaian Festival Langkisau dan promosi wisata memperkenalkan keindahan bahari Pessel, dengan Mandeh sebagai andalannya. Kawasan yang berada di Kecamatan Koto XI Tarusan itu, rencananya pada Mei nanti akan dicanangkan Presiden RI Taman Nasional Laut Mandeh. 

Kegiatan fotografi terealisasi atas kerja sama Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pessel dan DKP Sumbar serta berbagai pihak lainnya.

Kepala DKP Pessel Yoski Wandri mengungkapkan, kegiatan ini diikuti 14 fotografer dari berbagai daerah di Indonesia. “Mereka ingin sekali melihat keindahan bawah laut Mandeh di Pessel yang telah mulai dikenal luas masyarakat,” ujar Yoski.

Foto-foto tersebut, kata Yoski, akan ditampilkan atau dipajang di berbagai iven agar masyarakat semakin yakin kalau keindahan bawah laut Pessel memang mengagumkan dan tidak kalah dengan kekayaan bawah laut daerah lain, seperti Bunaken dan Raja Ampat. 

Peserta lomba ini akan mendapatkan piagam dan sertifikat dan uang tunai. Hasil fotonya akan dipajang di berbagai lokasi. Peserta tidak ditarik uang pendaftaran dan akan diberi fasilitas penginapan dan kapal.

”Semua itu berkat kerja sama berbagai pihak, baik itu pemerintah maupun pihak swasta. Direncanakan kegiatan ini akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya,” ujarnya.

Dijelaskannya kawasan laut yang menjadi objek para fotografer itu di antaranya lokasi tenggelamnya kapal MV Boelongan Nederland pada 28 Januari 1942 oleh serangan tentara Jepang. Para fotografer menyelami kawasan ini guna melihat biota bawah laut sekitar kapal tersebut.

Salah seorang fotografer yang ikut menyelam, Nia Naelul Hasanah yang juga peneliti arkeologi maritim mengungkapkan, keindahan alam bawah laut Mandeh tidak jauh beda dengan kekayaan bawah laut daerah lain di Indonesia.

“Kelebihan kawasan Mandeh, pemandangannya indah dan memiliki alam bawah laut yang menakjubkan,” ungkapnya. Menurutnya kawasan Mandeh memiliki keunikan tersendiri, sebab Mandeh memiliki laut yang tenang dan mudah untuk dicapai.

Dan habitat yang ada di bawah lautnya masih utuh jauh beda dengan daerah lainnya yang telah rusak. “Daerah lain seperti Bali atau Bunaken telah rusak sebagiannya. Kami yakin jika pemkabnya serius mengembangkan, akan menjadi daya tarik tersendiri untuk wisata ke depan,” ujarnya.

Hasil foto itu dinilai para juri, seperti Makarios Soekojo salah satu “dewa” foto bawah air Indonesia yang juga dikenal baik di lingkungan Asia Tenggara, penulis buku Teknik Memotret dalam Air dan salah seorang juri pada International Garuda Photo Competition.