Pengembangan Wisata Bahari Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Kabupaten Pesisir Selatan, memiliki alam bahari yang indah dan dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata dan budidaya perikanan.

“Daerah ini punya perairan yang luas lengkap dengan pulau-pulau kecil sebanyak 53 buah yang letaknya saling berdekatan. Beberapa pulau bisa dikelola untuk Pariwisata,” ucap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Yoski Wandri.

Menurut Yoski Wandri, potensi bahari cukup besar seperti terumbu karang, penyu dan komoditi perikanan lainnya. Ekosistem bahari harus dilestarikan sehingga selalu memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Untuk melestarikan alam bahari, maka pemerintah daerah meningkatkan pengawasan terhadap praktik-praktik yang dapat merusak ekosistem laut seperti pencurian ikan menggunakan bom dan racun, pencemaran, sedimentasi, penambangan, pembangunan kontruksi pantai dan lainnya.

Menurutnya, jika ekosistem laut rusak, maka berimplikasi terhadap penurunan kualitas lingkungan untuk sumber daya ikan serta erosi pantai yang memicu terjadinya kerusakan tempat pemijahan dan daerah asuhan ikan, berkurangnya populasi benur, nener dan produktivitas tangkap udang.

Untuk mereduksi tingkat kerusakan ekosistem laut berupa terumbu karang dan penyu, maka beberapa pulau telah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD). Pulau-pulau tadi antara lain penyu, karabak ketek, Karabak Gadang, Aur Besar dan Aur Kecil.

Di beberapa pulau tersebut telah dibangun pula sarana dan prasarana pendukung kegiatan konservasi untuk tempat penangkaran penyu, pos jaga dan dermaga.

Kegiatan penangkaran penyu bertujuan agar setelah tukik dewasa akan dilepas kembali ke perairan umum. (214)

Sumber : Singgalang 24 Maret 2015