TdS 2015 Dianggarkan Rp 7,3 Miliar

DPRD Sumbar telah menganggarkan Rp 7,3 miliar untuk penyelenggaraan iven bergengsi yang memadukan olahraga balap sepeda dan wisata tersebut.

Anggaran tersebut ditumpangkan pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekaf) Rp 3 miliar dan di Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman (Prasjaltarkim) Rp 4,3 miliar.

Ketua Komisi V DPRD Sumbar Mochlasin meminta agar dua instansi itu bisa segera berkoordinasi dengan dinas terkait di kabupaten dan kota. Pasalnya, balap sepeda ini dijadwalkan dilaksanakan pada Juni.

Dijelaskannya, dana di Prasjaltarkim digunakan untuk perbaikan jalan di kabupaten dan kota yang menjadi rute saat perlombaan TdS. Politisi PKS tersebut mengatakan, dua bulan lalu komisi yang dipimpinnya ini telah mengadakan rapat dengan Disparekraf Sumbar.

Salah satu inti pembicaraan adalah kewajiban kabupaten dan kota memiliki acara pendamping untuk menyukseskan TdS sebagai penarik wisatawan berkunjung ke Sumbar.

Mochlasin menilai, Sumbar hanya sebagai tempat pelaksana saja, tapi manfaat setelah iven itu selesai masih belum begitu terasa. Untuk itu, perlu acara pendamping di kabupaten dan kota untuk menarik minat wisatawan kembali lagi ke Sumbar di luar iven TdS.

Kabupaten dan kota bisa menggelar acara pameran di tempat-tempat yang mudah diakses para atlet dan rombongan. Bisa juga acara seperti iven penampilan kesenian yang menunjukkan kekayaan budaya Sumbar.

Dengan begitu mereka akan kembali lagi ke Sumbar menikmati langsung kekayaan seni, budaya dan alam Sumbar.

Selain itu, dinas terkait di kabupaten dan kota juga perlu mendorong pelaku usaha kecil dan menengah memamerkan dan menjual hasil kerajinan khas daerah serta suvenir berlogo TdS dekat lokasi iven, seperti banyak dilakukan pelaku usaha di iven Tour de France di Perancis.

“Artinya, ini bukan hanya kerja dinas pariwisata, tapi harus didukung dinas lainnya seperti dinas koperasi dan UMKM serta dinas pemuda dan olahraga. Dorong kalangan industri kreatif untuk memanfaatkan iven tersebut,” ujarnya.

Anggota Komisi V lainnya Achiar menyebutkan setidaknya sebulan sebelum TdS digelar, sudah banyak spanduk dan baliho tentang pelaksanaan iven ini sebagai bentuk sosialisasi yang dipasang di dekat pintu masuk dan keluar Sumbar. Salah satunya bandara.

Kapan perlu minta izin diputarkan video di monitor Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan bandara luar Sumbar yang berisikan cuplikan balapan TdS tahun-tahun sebelumnya, disertai tayangan keindahan pariwisata dan budaya Sumbar serta jadwal TdS.

Dengan begitu, maka masyarakat dari luar Sumbar termasuk wisatawan manca negara yang tengah di bandara bisa melihatnya. “Hal itu perlu dilakukan sejak dini oleh pemprov bersama pemkab dan pemko sehingga punya waktu promosi cukup lama,” katanya.

DPRD juga mendorong Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyiapkan atlet balap sepedanya untuk ikut serta dalam TdS. “Jangan sampai sama sekali tak ada seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.