Kesadaran Wisata masih Makin Ditingkatkan

Tingkat kesadaran wisatawan dan pelaku wisata khususnya di Kabupaten Solok masih sangat rendah. Dengan kata lain, rasa tanggung jawab untuk saling menjaga kebersihan lingkungan daerah wisata nyaris tidak ada. Fenomena “suram” bercampur tumpukan sampah, kesemrawutan ini tak jarang ditemukan di setiap sudut lokasi wisata di Kabupaten Solok.

Seperti di pinggir Danau Singkarak, Danau Kembar, bahkan di sekitar kawasan penginapan Villa Alahanpanjang yang sering dijadikan lokasi homestay bagi para pengunjung, hampir tak luput dari kesemrawutan. Mulai dari tidak teraturnya tempat pembuangan sampah yang mengakibatkan sampah bertebaran di mana-mana.

“Pelaku wisata perlu dibimbing dan diberi motivasi untuk menyadari wisata sesungguhnya,” kata Wakil Bupati Solok, Desra Ediwan Anantanur memberi arahan dalam kegiatan Penyuluhan Sadar Wisata bagi Pelaku Wisata Kabupaten Solok di Convention Hall Villa Alahanpanjang, beberapa waktu lalu.

Penyuluhan sadar wisata yang digagas Dinas Pariwisata Kabupaten Solok ini sendiri diberikan pada 150 orang warga yang terdiri dari berbagai unsur. Mulai dari pemerintah nagari, pengurus KAN, pengelola objek wisata, pemilik penginapan, pedagang kuliner dan pelaku seni, hingga pengenalan wisata pada para pelajar SMK/SMA.

Wabup mengatakan, pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik lokasi wisata. Namun, yang perlu diciptakan adalah keperiwisataan bertanggung jawab antara pengelola, pelaku wisata dan wisatawan itu sendiri.

Lebih lanjut Wabup memaparkan, pariwisata juga dapat berperan penting dalam mengembangkan perekonomian masyarakat. Sehingga, semakin memiliki daya jual, semakin terbuka peluang ekonomi masyarakat. “Sarana dan prasarana pariwisata harus sejalan dengan sadar wisata,” papar Wabup. (*)