Kota Pariaman Jajaki Kerja Sama Pariwisata dengan Kota Batam

Sebagai kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing setelah Jakarta dan Bali, Kota Batam memang memiliki magnet tersendiri bagi wisatawan asing.

Hal inilah yang membuat Pemerintah Kota Pariaman berkeinginan untuk menjajaki kerja sama dengan kota Batam untuk pengembangan dan promosi wisata kota Pariaman kepada wisatawan asing yang berada di Batam.

Keinginan untuk menjajaki kerja sama dengan pemko Batam tersebut disampaikan langsung Asisten I Tata Praja pemko Pariaman, Lukman Syam, saat berkunjung ke pemko Batam, Jumat (19/12) lalu.  

Sebagai kota yang juga mengedepankan pariwisata sebagai jargon utama, pemko Pariaman berkeinginan kunjungan wisatawan ke kota berjuluk Kota Tabuik itu terus meningkat setiap tahunnya. Terakhir jumlah kunjungan ke kota Pariaman mencapai 791.624 orang.

Beragam cara dilakukan untuk mempromosikan kota Pariaman kepada wisatawan, di antaranya dengan membuat iven-iven baru di bidang pariwisata tanpa meninggalkan unsur wisata budaya seperti Tabuik, yang sudah ada sejak puluhan tahun silam.

“Kami ingin wisatawan asing yang mengunjungi kota Batam, melanjutkan perjalanannya ke kota Pariaman, tidak hanya sampai Batam. Jika kerja sama ini memungkinkan, nanti ditindaklanjuti. Kami dari pemko Pariaman, khususnya Dinas Pariwisatanya akan ke Batam untuk menindaklanjuti kerja sama ini, agar lebih detail,” ungkap Lukman Syam yang datang bersama sejumlah wartawan di kota Pariaman.

Rombongan wartawan dan humas pemko Pariaman disambut Sekretaris Badan Kominfo kota Batam, Zulkifli didampingi Kasubag Pemberitaan pemko Batam Mutiara Ayu serta sejumlah staf humas pemko Batam.

Dari pemko Pariaman juga hadir Kabag Humas Hendri, Kasubag Dokumentasi Nesya Prima Dewi Shintya, Kasubag Kemitraan M Fahreza dan staf humas Asrif Damrah.

Lebih lanjut Lukman Syam menambahkan bahwa kota Pariaman sangat mudah diakses dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Kurang lebih satu jam, wisatawan sudah bisa menikmati keindahan alam dan wisata kota Pariaman.

Sama dengan kota Batam, kota Pariaman juga memiliki wisata bahari yang terkenal dengan keindahan pulau-pulau kecil, berikut surga bawah laut. 

Untuk saat ini pemko Pariaman bekerjasama dengan masyarakat sudah menyediakan kapal untuk mengakses pulau-pulau kecil tersebut berikut fasilitas untuk snorkelling dan diving. 

Selain itu katanya, Pariaman juga merupakan surga wisata kuliner yang terkenal dengan gulai kepala ikan kakap dan sala lauak serta pesta budaya Tabuik yang digelar setiap tahunnya dan mampu menyedot ribuan pengunjung ke kota Pariaman.

Sekretaris Badan Kominfo pemko Batam Zulkifli menyambut baik wacana keinginan kerja sama pemko Pariaman dengan pemko Batam dalam hal pariwisata.

Kerja sama itu sangat memungkinkan menurutnya, sebab saat ini kota Batam merupakan kota kunjungan pariwisata ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Bali. Hingga saat ini rata-rata kunjungan wisatawan ke Batam mencapai 1,5 juta wisatawan asing sebagian besar wisatawan berasal dari Malaysia dan Singapura. 

Dalam memajukan potensi pariwisata di Batam, pemko Batam menggandeng pihak ketiga NGO, LSM serta pelaku wisata lainnya.

Di samping juga menggelar iven-iven skala internasional seperti yang baru-baru ini berlangsung yakni Kenduri Seni Melayu dengan mengundang negara-negara di ASEAN, untuk menampilkan seni melayu dari masing-masing negara. 

Iven yang digelar dalam rangka peringatan Hut ke-185 kota Batam itu diikuti sejumlah negara di ASEAN, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei serta negara lainnya. 

Dengan iven yang melibatkan banyak negara ini, kota Batam semakin dikenal wisatawan. Kota berpenduduk 1,2 juta jiwa itu selalu kebanjiran wisatawan setiap saat. Tak salah jika kota Batam pertumbuhan ekonominya tertinggi di Indonesia yaitu 7,5 % per tahun.

“Mungkin untuk langkah awal, pemko Pariaman bisa mengirimkan majalah, brosur yang menceritakan tentang wisata dan potensi kota Pariaman ke kami. Nantinya akan kami bantu sebarkan di Badan Kominfo dan bandara serta pada kegiatan iven internasional lainnya,” saran Zulkifli.

Langkah serupa katanya, juga sudah dirintis oleh sejumlah kabupaten/kota di Indonesia, cukup ampuh untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.

Zulkifli berharap kerja sama itu dapat segera terealisasi, apalagi kota Pariaman sangat mudah dijangkau dari kota Batam. Sehingga ia optimistis hal tersebut juga akan berdampak baik terhadap perkembangan wisata di kota Pariaman. (*)