Anggaran Promosi Wisata Luar Sumbar Dikurangi

Dorong Ekonomi Masyarakat dan PAD

Pemerintah Kota Padangpanjang mulai 2015 akan meminimalkan kegiatan promosi dan pameran ke luar Sumbar. Program ini mulai 2015 datang digeser jadi penyiapan berbagai iven seni, budaya, olahraga, agama dan ilmiah tingkat Sumbar sampai internasional di Kota Padangpanjang.

Yang jadi pertimbangan Pemko Padangpanjang dengan kebijakan tadi, kata Sekretaris Bappeda Martoni adalah dana mengikuti berbagai pameran ke luar Sumbar itu cukup besar. Tapi tujuan program yakni peningkatan kunjungan wisatawan dan investasi ke kota ini belum sesuai harapan.

Apabila anggaran itu dialihkan membuat berbagai iven level Sumbar, regional dan nasional/internasional di Padangpanjang, keuntungan utama dana tadi umumnya akan berputar di daerah. Upaya memacu keramaian pengunjung kota ini lebih mungkin akan terjadi, terutama peserta iven, pendamping dan suporter, wisatawan, pedagang dan lainnya. 

Dampak peningkatan keramaian pengunjung tadi, kata, Martoni didampingi Kabid Litbang Putera Dewangga, berbagai usaha ekonomi di Padangpanjang akan laris-manis. Ini terutama usaha perhotelan, kuliner, kerajinan, transportasi, dan lainnya. 

Muara berikutnya dari peningkatan keramaian kunjungan wisatawan tadi akan berdampak ke peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Ini terutama dari pajak hotel dan pajak restoran. Contoh ini bisa dilihat ke Kabupaten Badung, Bali, dari Rp 2,5 triliun PAD-nya pada 2013 lalu, sekitar Rp 2 triliunnya bersumber dari pajak hotel dan restoran.

Soal apa saja iven yang hendak dibuat Pemko Padangpanjang mulai 2015, Martoni menyebut sesuai hasil rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Hendri Arnis pekan lalu. Saat ini sedang disusun Dinas Porbudpar dan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait dan stakeholders lainnya.

Yang jelas, katanya, rencana anggaran untuk itu sudah ditampung dalam Rancangan KUA-PPAS APBD 2015 Kota Padangpanjang yang akan disampaikan Wali Kota Hendri Arnis ke DPRD, Senin (8/12) ini. Soal berapa besar total anggaran penunjang kalendar iven ini belum bisa dirinci Martoni.

Data yang dihimpun Padang Ekspres, potensi dan iven yang pernah digelar di kota Serambi Mekkah itu, di antaranya adalah pacu kuda, lomba kicau burung nasional, maraton 10 K nasional, kejuaraan catur regional, MTQ open regional/nasional, festival parade bunga pola minimalis, kontes kucing.

Berikutnya, potensi Institut Seni Indonesia (ISI) kota ini juga berpotensi menggelar festival tari dunia, festival tari dan musik seni rumpun melayu Islam se-Asia Tenggara, panggung teater, dan festival film. Tahun 2005, festival tari dunia, pernah sukses digelar di ISI ini meski hanya dibantu Pemko Padangpanjang Rp 15 juta. (*)