Lestarikan Cagar Budaya

Saat Ini Sudah 41 Cagar Budaya yang Terdata

Kota Pariaman ternyata tak hanya kaya dengan keindahan alam dan kekayaan budaya, tapi juga memiliki banyak peninggalan cagar budaya. Hingga saat ini sudah ada 41 cagar budaya yang telah terdata di Kota Pariaman.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman Yusrizal saat kegiatan sosialisasi inventaris cagar budaya Kota Pariaman 2014 di Gedung Pertemuan Baitullah Pariaman, kemarin. 

Yusrizal menyebutkan  kegiatan ini merupakan amanat dari Undang-Undang No.11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Bahwasannya pemerintah kabupaten/kota wajib melaksanakan pelestarian cagar budaya baik itu, registrasi, pendataan, pengembangan dan pemanfaatannya.

Pada bulan Juni lalu juga telah dilakukan tahapan yang diamanatkan undang-undang yakni pendataan. Pendataan ini terlaksana atas kerja sama pemko Pariaman melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Sumbar, Riau dan Kepri, karena hanya BPCB memiliki tenaga teknis dalam pelestarian cagar budaya tersebut. Dan pekerjaan itu telah dirampungkan pada bulan Juni lalu. Sejak tahun 2007, BPCB sudah memiliki data tentang cagar budaya di Kota Pariaman. 

“Tetapi karena masih ada beberapa cagar budaya yang belum terdata, maka kami mencoba mendata kembali. Karena sesuai dengan amanat undang-undang tadi bahwa urusan pelestarian cagar budaya diserahkan sepenuhnya kepada daerah,” ujar Yusrizal.

Kegiatan ini dibuka Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman dengan pemateri Kasi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan Cagar Budaya Balai Perlindungan Cagar Budaya (BPCB) Sumbar, Riau, Kepri, Teguh Hidayat.

Dari hasil inventarisasi cagar budaya yang sudah dilakukan tersebut, maka Kota Pariaman memiliki 41 cagar budaya yang tersebar di Kota Pariaman. Dan bukan tidak mungkin masih ada yang belum terdata.

Supaya data ini dapat diketahui oleh masyarakat mengetahui tentang cagar budaya maka kami mengadakan kegiatan hari ini dengan menghadirkan peserta camat se-Kota Pariaman, kepala desa dan lurah yang ada cagar budaya di desanya serta masyarakat  pemilik, pengelola, ataupun di sekitar lokasi cagar budaya berada.

“Berangkat dari data inventaris cagar budaya ini ke depannya perlu dilakukan kajian/studi kelayakan mengenai pelestarian cagar budaya. Dengan terlaksananya pelestarian cagar budaya tentunya kita sama-sama berharap Kota Pariaman memiliki cagar budaya yang bisa “dijual” sebagai objek wisata yang baru,” harapnya.

Wako juga mendukung kegiatan ini, sebab cagar budaya memang harus dilestarikan. Katanya cagar budaya merupakan bukti sejarah yang harus diwariskan kepada anak-cucu sehingga mereka paham akan sejarah bangsanya. Pariaman memang memiliki banyak cagar budaya yang merupakan bagian dari kekayaan budaya di kota ini.

“Untuk itu kami imbau bagi pengelola, pemilik dan pengelola cagar budaya ini, agar tidak mengubah bentuk cagar budaya yang ada saat ini. Pemko Pariaman akan segera mengeluarkan penetapan atau peraturan pengelolaan cagar budaya ini,” ulasnya. (*)