Bukittinggi Dikukuhkan jadi Kota Perjuangan

Wacana Kota Bukittinggi menjadi kota perjuangan, akhirnya terwujud. Pengukuhan kota perjuangan ini, bertepatan dengan hari jadi Bela Negara yang jatuh pada Jumat (19/12). Artinya, tak hanya kota wisata, Bukittinggi juga berjuluk kota perjuangan. Rapat persiapan Kota Bukittinggi menjadi kota perjuangan dilakukan secara tertutup, di Balai Kota Bukittinggi, Rabu (3/12) lalu. Rapat ini juga membahas persiapan upacara Hari Bela Negara (HBN) yang dihadiri Kasdim 0304 Agam, Marjoni M,- Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Noverdi, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Umum Zulfa Akmal, dan SKPD terkai lainnya.

”Wacana menjadikan Bukittinggi sebagai kota perjuangan seperti disampaikan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon kepada Wali Kota Bukittinggi beberapa waktu lalu, kita terima,” ujar Asisten I Setko Bukittinggi, Syahrizal. Menurut Syahrizal, Fadli Zon sendiri menyampaikan wacana itu kepada wali kota dalam sejumlah kesempatan. Lalu, secara mendadak disampaikan kepada panitia persiapan HBN. ”Kami pun melakukan rapat, dan siap melakukan persiapan menjadikan Kota Bukittinggi sebagai kota perjuangan. Intinya, kita siap mensukseskan HBN dan Bukittinggi sebagai kota perjuangan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial, Noverdi menjelaskan, pencanangan Bukittinggi sebagai kota perjuangan diawali dengan pelaksanaan upacara HBN di Lapangan Wirabraja, Jumat (19/12) pagi. Selanjutnya, pencanangan Bukittinggi sebagai kota perjuangan. Kedua upacara yang cukup sakral tersebut, menurut mantan Sekretaris DPRD Bukittinggi itu, akan dihadiri beberapa tokoh nasional dan keluarga besar tokoh PDRI Syafrudin Prawiranegara. ”Tentunya, tak lupa ziarah makam dan jamuan makan untuk para keluarga pejuang,” jelasnya. (*)