Promosi dan Destinasi Wisata Mentawai, Digenjot

Kepala dinas pariwisata kabupaten kepulauan Mentawai, Desti Seminora mengatakan, kekayaan alam Mentawai tidak saja dapat dinikmati dari segi ombak dan keelokkan pantainya saja, tetapi para wisatawan juga dapat menikmati keunikan budaya masyarakat Mentawai itu sendiri. Saat ini, dikatakan Desti, promosi dan pembangunan destinasi wisata sudah sejalan.

”Tahun depan, kita akan lebih meningkatkan material promosi di samping pembangunan destinasi wisatanya itu sendiri,” ujarnya beberapa waktu lalu di kantor dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga, kilometer 9 Tuapejat.

Lebih lanjut dikatakan Desti, pengembangan potensi pariwisata Mentawai dapat memberikan peluang untuk memperkenalkan Mentawai lebih eksist, sehingga nantinya, dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Dikatakan desti, data dinas pariwisata, beberapa tahun belakangan, menunjukkan peningkatan wisatawan, 60% wisatawan berasal dari Australia, 39% dari Amerika Serikat, dan sisanya dari Eropa, dan Asia. Rata-rata wisatawan menghabiskan dana sebesar US 2.500 selama berselancar dan berwisata di Mentawai.

”Bahkan, tiap tahun, Mentawai ditunjuk sebagai penyelenggara World Champions Surfing Series (WCSS) atau seri kejuaraan dunia selancar air yang dijadwalkan tiap bulan Agustus. Dengan adanya kejuaraan tersebut, Mentawai mampu menjaring 3000 wisatawan asing tiap tahunnya, pada tahun 2007,” ujar Desti.

Ketua II DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai, periode 2014-2019, Kortanius Sabeleake, mendukung pembangunan pariwisata kabupaten kepulauan Metawai. Dia menjelaskan, kegiatan pembangunan pariwisata di Mentawai sudah menunjukkan arah yang lebih baik.

 ”Selain memiliki keindahan laut yang menjanjikan, Mentawai juga diakui memiliki ombak yang berskala internasional. Pengakuan yang diberikan oleh dunia internasional pada ombak Mentawai bisa dilihat dari even selancar yang diadakan di kepulauan Mentawai,” ujarnya.

Nah, inilah kata Korta, ke depan, bagaimana kita bersama-sama mendukung pariwisata Mentawai secara intensif. Sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah kabupaten kepulauan Mentawai. Apalagi, kata Korta, saat ini, Mentawai dapat diakses melalui dua jalur yakni, jalur laut dan udara.

”Dengan menggunakan jalur laut, dapat menggunakan kapal cepat selama lebih kurang 3 jam. Selain itu, juga tersedia kapal pesiar mini yang dapat disewa selama berada di Mentawai. Kemudian, jalur penerbangan udara rute Padang-Mentawai hanya dengan waktu 40 menit,” ujarnya. (*)