Bekas Tambang jadi Kawasan Agrowisata

Pertanian Dukung Wisata Sawahlunto

Areal bekas tambang yang cenderung tandus, tidak menyurutkan Pemko Sawahlunto mengembangkan sektor pertanian. Bahkan, lahan bekas galian batubara itu dijadikan kawasan agrowisata.Di atas lahan seluas 3,1 hektare di bilangan Kandih ‘Kota Arang’, tidak jauh dari Danau Kandih, kini dikembangkan beragam tanaman buah yang selalu siap memanjakan wisatawan. Kini kawasan yang telah memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Sawahlunto tersebut, juga tengah mengembangkan penanaman sistem hidroponik.

Sistem yang masih dalam tahap pengenalan itu merupakan teknologi sekaligus sarana pendidikan dan sangat cocok di lahan terbatas, tanpa tanah serta menghasilkan tanaman sehat, segar, dan bersih. “Sistem penanaman hidroponik ini masih tahap pengenalan dan belajar. Mudah-mudahan dapat dikembangkan di kota kita,” ujar Kabid Tanaman Pangan Hortikultura Dinas Pertanian Sawahlunto, Heni Purwaningsih.

Uji coba hidroponik telah dilakukan pada beberapa jenis buah dan sayuran, yakni tomat, timun, pare, dan gambas. Saat ini, sedang diujicobakan pula bibit melon. Untuk usia atau masa tanam, kata Heni, hidroponik tidak berbeda dengan tanam biasa. Hanya saja, hidroponik mampu dikembangkan di lahan yang terbatas, mudah pemupukannya dan tidak menimbulkan polusi lingkungan. Yang tidak kalah pentingnya, produksi hasil hidroponik memiliki nilai seni serta harga jual tinggi. Sebab, bebas pestisida, bersih, segar dan sehat.  

Heni mengaku, pengembangan agrowisata berupa taman buah tersebut, merupakan bentuk dukungan Dinas Pertanian dan Kehutanan Sawahlunto, terhadap pengembangan sektor pariwisata yang tengah hangat-hangatnya. Saat ini, kawasan Taman Buah Kandih Sawahlunto memiliki 719 pohon tanaman buah dari 23 jenis tanaman buah yang dikembangkan. Mulai dari sirsak, markisa, jambu, hingga buah naga ada di kawasan tersebut. Kawasan agrowisata Taman Buah Kandih tidak hanya dikunjungi wisatawan. Namun juga tempat studi banding pelajar hingga mahasiswa beberapa perguruan tinggi.

Sejak Taman Buah Kandih didirikan 2012 lalu, sudah lebih dari 6.061 bibit buah naga dibagikan kepada masyarakat. Program tersebut, untuk memacu produksi buah naga di tengah masyarakat Sawahlunto. “Pembagian bibit buah naga dalam bentuk program gerakan anak menanam, yang didukung seluruh sekolah dasar se Sawahlunto. Targetnya, seluruh masyarakat dapat mengonsumsi buah yang memiliki kandungan kalori rendah dan kaya vitamin tersebut, dapat dinikmati masyarakat langsung dari pekarangan rumah mereka,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sawahlunto Hilmed. (*)