Aie Tigo Raso

Kabupaten Agam tidak hanya memiliki berbagai objek wisata dengan pemandangan yang eksotis. Namun,  juga memiliki sejumlah objek wisata potensial yang dapat menarik minat wisatawan karena keunikannya. Objek wisata tersebut di antaranya adalah Aia Tigo Raso atau yang biasa disebut masyarakat Minang, Aia Tigo Raso.

Aia Tigo Raso terletak di Jorong Muko-Muko Nagari Kotomalintang Kecamatan Tanjungraya. Letaknya tidak jauh dari pinggir jalan raya dengan jarak sekitar 5 kilometer dari objek wisata andalan Agam, Danau Maninjau. Jika dari arah Lubukbasung, jaraknya sekitar 10 kilometer.
Mata Aia Tigo Raso ini tidak sama dengan objek wisata lainnya yang menyuguhkan pemandangan nan indah. Tapi keunikan dan keistimewaan objek wisata  yang satu menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjunginya dan mencicipi tiga rasa air yang keluar dari sumber mata air tersebut.

Kawasan mata air dibuat terbuka dan tidak dibuat pagar ataupun adanya pintu masuk untuk membeli tiket. Sebab, setiap pengunjung yang datang tidak diwajibkan membayar, tapi hanya ada tawaran untuk menyumbangkan uang seikhlasnya untuk biaya perawatan kawasan mata air yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Mencari lokasi Aia Tigo Raso ini tidak lah sulit. Setelah sampai di Muko-Muko akan terlihat papan penanda lokasi dan gapura bergonjong di pintu masuk objek wisata. Setelah sampai dilokasi, akan terlihat kolam kecil di tengah tanaman di sekelilingnya. Lokasi ini tidak seperti sebuah objek wisata, melainkan seperti kebun masyarakat.

Di dalam kolam terdapat air yang sedikit kecokelatan. Sesuai dengan namanya, air yang ada di kolam mini itu memiliki 3 rasa yaitu asin, manis dan pahit. Dulunya, ada tiga mata air di kolam tersebut yang masing-masing memiliki rasa berbeda. Lama kelamaan, ketiga mata air itu bercampur menjadi satu.

Konon, air tersebut dapat mengobati penyakit kulit dan menjadikan orang yang meminumnya awet muda. Meskipun namanya Aia Tigo Rsao, tidak semua orang yang meminumnya merasakan tiga rasa. 

Ada yang merasakan manis ketika pertama kali meminumnya, namun pada kesempatan kedua rasanya berubah menjadi asin dan yang ketiga menjadi pahit. Namun, ada juga yang langsung merasakan ketiga sensasi rasa yang seperti ‘nano-nano’ itu saat meminumnya.

Setiap pengunjung diberikan kebebasan untuk membawa air ini untuk dibawa pulang dengan botol yang mereka bawa. Dengan menggunakan gayung yang di sediakan pengelola di pinggir kolam. Pengunjung bebas mencicipi air ini sepuasnya.

Wali jorong Muko-Muko Yanuar BA mengatakan, aia tigo raso sejaraknya dahulu merupakan tempat minum rusa. Oleh masyarakat setempat diberi nama cicipan ruso. Saat ini, aia tigo raso di kelola oleh salah satu masyarakat pemilik tanah dimana lokasi kolam aia tigo raso berada.

“Menurut sejarah air tersebut berasal dari batu dahulunya. Dulu di sini banyak rusa, dan sumber air ini menjadi tempat rusa minum,” kata Yanuar BA.
Menurut Yanuar, karena keunikannya, mahasiswa dari Universitas Negeri Padang pernah meneliti aia tigo raso. Bahkan, masyarakat dari luar negeri pun tidak jarang yang datang untuk mengobati rasa penasaran.

“Dulu pernah mahasiswa dari UNP datang untuk meneliti, tapi bagaimana hasilnya kami tidak diberi tahu. Untuk kunjungan, setiap harinya ada sekitar 10 pengunjung yang datang, serta pengunjung dari luar negeri,” akunya.

Pemerintah Nagari Kotomalintang dan Jorong Muko-Muko berencana mengembangkan objek wisata satu ini. Agar lebih menarik, objek wisata pendamping seperti air terjun Cikalau dan Labuah usang dihidupkan kembali.

“Di sini juga ada air terjun dan Labuahusang yang merupakan situs sejarah zaman penjajahan dahulu. Kami hidupkan ini kembali agar pengunjung bisa menikmati objek wisata lain, tidak hanya aia tigo raso,” kata Wali Nagari Kotomalintang Nazirudin Dt Palimo Tuo. (*)