Jembatan Siti Nurbaya yang Mempesona



Begitu piawainya Marah Rusli merangkai kisah kasih yang tidak kalah menariknya dari kisah kasih Romeo and Juliet, lama kelamaan novel ini, seakan berubah ujud menjadi semacam legenda. Tidak sedikit anak anak muda bertanya tanya, dimana letaknya kuburan Siti Nurbaya? Mereka mengira disana benar benar ada kuburan Siti Nurbaya. 

Novel ini tidak hanya memaparkan latar sosial yang lebih transparan. Tetapi juga mengandung kritik yang tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang pada jaman itu berlangsung di daerah Sumatera Barat. Adat yang tak lapuak dek hujan dan tak lekang oleh panas. Novel ini agaknya merupakan karya perdana yang menampilkan masalah perkawinan dalam hubungan dengan adat. 

Pada tahun 1969, novel ini memperoleh hadiah penghargaan dari pemerintah Indonesia. Setelah itu bermunculanlah berbagai artikel yang membahas novel ini, baik dalam konteks sejarah kesusastraan Indonesia modern, maupun dalam konteks persamaan hak. 

Mahakarya Marah Rusli ini bahkan pernah di terbitkan dalam edisi bahasa Melayu,pada era tahun 60 an, di Malaysia.