Ekonomi Kreatif Senjata Baru Sektor Pariwisata Sumbar

Ekonomi kreatif merupakan era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreatifitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusianya sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya, disinyalir merupakan senjata baru yang tepat untuk tetap menjadikan Sumbar sebagai tujuan wisata favorit hingga ke mancanegara. Hal ini disampaikan Karnalis Kamaruddin, Sekretaris Disbudpar Sumbar dalam acara Workshop pemetaan zona kreatif kota Padang dan sekitarnya yang diadakan oleh kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif di Hotel Hayam Wuruk, Kamis (3/4).

Menurut nya, saat ini pengembangan ekonomi kreatif dapat menjadi penggerak sektor pariwisata Sumbar, maka dari itu sangat dibutuhkan konektifitas dengan menciptakan outlet produk-produk kreatif di lokasi yang strategis dan dekat dengan objek wisata yang ada. Untuk cakupan ekonomi kreatif terbilang cukup luas yang mana meliputi beberapa hal diantaranya Fashion, kerajinan, pasar barang seni, film, musik, radio, televisi, seni pertunjukan, dan kuliner.

"Dengan adanya pengembangan ekonomi kreatif yang juga melibatkan semua unsur terkait dan pelaku usaha, maka sangat diyakini akan mampu mendongkrak minat wisatawan dan tetap menjadikan Sumbar sebagai salah satu pilihan wisatawan Mancanegara,"sebut, Karnalis Kamaruddin, Kamis (3/4).

Untuk mengembangkan ekonomi kreatif, disamping kebutuhan akan SDM yang berkualitas, juga dibutuhkan ruang atau wadah sebagai tempat penggalian ide, berkarya, sekaligus aktualisasi diri dan ide kreatif. Wadah atau ruang ini disebut dengan zona kreatif atau wilayah yang memiliki batas-batas geografis tertentu yang memberikan ruang bagi pelaku kreatif, pemerintah, pebisnis, masyarakat, dan komunitas untuk berekpresi, berproduksi, melakukan kegiatan ekonomi serta mengapresiasikan produk kreatif.

"Saat ini zona kreatif sangat potensial untuk dijadikan sebagai daya tarik wisata baru yang merupakan salah satu strategi pengembangan ekonomi kreatif,"tambah, Karnalis.

Sedangkan untuk pengembangan zona kreatif sendiri sangat diperlukan peningkatan dari berbagai sisi, mulai dari SDM, teknologi, dan juga harus diperkuat dengan pemberdayaan, penciptaan inovasi, penelitian dan pengembangan sekaligus mengembangkan jejaring dan kolaborasi pelaku kreatif. Disamping juga adanya dukungan dari pemerintah daerah agar terciptanya zona-zona kreatif di daerah, seperti bentuk dukungan peningkatan akses pembiayaan bagi pelaku ekonomi kreatif, meningkatkan akses pasar, hingga memperkuat institusi.

Sementara itu, M. Yuwana, narasumber yang diutus oleh Direktur perancangan destinasi dan investasi pariwisata direktorat jendral pengembangan destinasi pariwisata Parekraf mengatakan, kota Padang dan Sumbar secara keseluruhan merupakan wilayah yang strategis untuk pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu langkah strategis dalam pengembangan destinasi pariwisata. Disamping kental dengan budaya dan adat istiadat yang sangat baik, masyarakat Sumbar juga dikenal sangat kreatif dalam menciptakan produk-produk unggulan.

"Dengan adanya langkah pengembangan Ekonomi kreatif, maka secara otomatis akan dapat menguatkan kualitas kepariwisataan Sumbar, menjadi daya tarik minat wisatawan serta bentuk promosi karena ekonomi kreatif merupakan media promosi yang efektif bagi suatu destinasi wisata,"paparnya.

Workshop pemetaan zona kreatif kota Padang ini diharapkan akan dapat meransang munculnya ide kreatif yang pada akhirnya akan dapat mendatangkan banyak wisatawan ke Sumbar, serta akan adanya sinergitas antara pemerintah dan pelaku indistri kreatif dalam pengembangan ekonomi kreatif. (*)