Pemkab Tanah Datar jadi kekuatan ekonomi baru di nagari

Share :

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar, Sumatera Barat mendorong Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) di daerah itu untuk menjadi kekuatan ekonomi baru di masing-masing nagari.

"Dengan mengusung semangat kemandirian, kegotong-royongan, dan kebersamaan antara pemerintah nagari dan masyarakat setempat, maka jadikanlah BUMNag sebagai kekuatan ekonomi baru di masing-masing nagari," kata Bupati Tanah Datar, Eka Putra di Batusangkar Rabu.

Eka Putra  berharap semua BUMNag di Tanah Datar bisa maju dan berkembang sesuai dengan tujuan berdirinya yaitu untuk meningkatkan pendapatan ekonomi nagari dan masyarakat melalui pengembangan aset-aset lokal dan potensi nagari lainnya.

Dengan hal itu sesuai dengan PP Nomor 11/2021 tentang Bumdes dan Permendes PDTT Nomor 3/2021 tentang pendaftaran, pendataan dan pemeringkatan, pembinaan dan pengembangan dan pengadaan barang dan/atau jasa Badan Usaha Milik Desa.

Sementara itu dengan terbitnya peraturan baru itu juga merupakan angin segar bagi BUMNag agar bisa lebih berkembang dan memiliki payung hukum yang jelas, dan peraturan itu juga membuka peluang yang besar dalam mengembangkan unit usahanya.

"Dengan berkembangnya BUMNag tentu akan berdampak pada kemandirian nagari secara ekonomi. Impilikasinya, BUMNag maju, nagari kuat, kabupaten juga kuat," katanya.

Selain itu Bupati juga berharap para walinagari dan pengurus BUMNag agar jeli dalam melihat peluang usaha yang menguntungkan, menurutnya salah satu usaha saat ini yang dinilai menguntungkan adalah usaha Pertashop.

“Saya lihat usaha Pertashop belum semua ada di nagari, usaha itu bisa menjadi salah satu pilihan. Tentunya dengan kebutuhan modal yang lebih besar bisa memanfaatkan keberadaan Bank Nagari," katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDPPKB) setempat Nofenril mengatakan semua nagari di daerah itu sudah memiliki BUMNag.

"Total dari 75 Nagari di Tanah Datar sudah memiliki BUMNag, namun memang belum semua menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang diharapkan," katanya dilansir dari antarasumbar.com.

Eka Putra mengatakan akumulasi penyertaan modal dari dana desa untuk Bumnag se-Tanah Datar di masing-masing nagari bervariasi.

Tercatat 40 Bumnag penyertaan modalnya kurang dari Rp200 juta dan BUMNag penyertaan modalnya Rp200 juta sampai Rp650 juta, sementara 10 BUMNag belum aktif karena belum adanya usaha dan penyertaan modal dari nagari.