Sungai Batang Agam terpilih sebagai desa pemajuan kebudayaan

Share :

Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat terpilih sebagai desa pemajuan kebudayaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia pada 2021.

Camat Tanjungraya Handria Asmi di Lubukbasung mengatakan, Selasa, penetapan itu sesuai Surat Keputusan (SK) Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Nomor 1054/F5/KB.02.05/2021 tentang Penetapan Daya Desa dan SK Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek Nomor 1134/F5/KB.02.04/2021 tentang Penetapan Desa Pemajuan Kebudayaan.

"Saya menyambut baik, mendukung penuh program tersebut dan meminta seluruh komponen masyarakat agar ikut aktif memanfaatkan peluang itu dengan maksimal," katanya.

Handri Asmi mengatakan, budaya atau kebudayaan merupakan kebiasaan dan aturan hidup yang berlangsung secara turun temurun.

Tidak sedikit kebiasaan yang membudaya itu hilang, padahal sangat bermanfaat untuk kesehatan, kemaslahatan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu contoh saat berkunjung ke mertua, harusnya berjalan kaki, terutama kampungnya masih berdekatan. Ini bisa menyehatkan jasmani dan rohani dilansir dari Antarasumbar.com.

Selanjutnya, nilai luhur memiliki sikap pengorbanan dan kesungguhan menghargai mertua. Menjinjing jamba (rentengan sambal, nasi dan buah-buahan) di kepala hingga sampai ke rumah mertua.

Ketua Bamus Sungai Batang, Azwar Nur Datuak Panghulu Basa menuturkan, program ini bagus, meski demikian kondisi nagari sangat sulit pada saat ini. Dengan adanya program Pemajuan Kebudayaan ini bisa meningkatkan semangat kemajuan ke depannya.

"Dalam hal ini kita diharapkan peran aktif sejumlah OPD di Pemda Agam. Dinas terkait jelas memiliki peran, apalagi program pemajuan kebudayaan desa selain tugas Kemendikbudristek, juga tugas dari Kemendagri dan Kemendes," katanya.

Dalam dukungan ini, tambahnya, butuh pusat informasi berupa plang informasi terkait berbagai informasi yang ada nantinya. Apa saja potensi kebudayaan yang dimiliki.

"Kita harus ada tim kerja yang benar-benar serius dan profesional," katanya.

Selanjutnya Tokoh Adat Sungai Batang, Yus Datuak Parpatih mengapresiasi Sungai Batang terpilih pemajuan kebudayaan desa Kemendikbudristek

"Budaya merupakan hasil daya upaya manusia mencapai taraf hidup lebih baik mewujudkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Dengan mengangkat potensi budaya yangsudah hampir memudar menjadi keharusan dan harus didukung. Budaya sebagai ciptaan manusia berbeda dengan agama, karena Agam Islam mutlak dan berasal dari Tuhan Maha Esa.

Minangkabau memiliki filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

"Merupakan Kebudayaan orang Minangkabau sebagai filosofi kehidupan tersusun dari nilai-nilai Adat dan Islam dan merupakan pedoman dari bentuk kegiatan," katanya.

Surau tidak hanya mampu mencapai kekuatan komunikasi secara vertikal saja atau kepada Allah SWT. Tapi juga horizontal yakni kepada sesama manusia.

"Pendidikan Surau itu mencetak manusia siap pakai. Tidak hanya satu bidang keahlian dan ilmu pengetahuan saja. Tapi membangun mental sosial berkeadilan dan berkemanusiaan. Sangat baik memahami karakter, psikologi dan kultur atau budaya masyarakatnya. Cepat berbaur karena memahami masyarakatnya," tambahnya.