Tiga event Sumatera Barat masuk ke dalam Calender of Event Indonesia 2020

Padang - Masuknya tiga event Sumbar ini akan memberikan dampak besar dalam mendongkrak kunjungan wisatawan ke Ranah Minang. 

Program dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang bertujuan mempromosikan destinasi pariwisata di Indonesia ini diluncurkan dengan dihadiri oleh 34 provinsi seluruh Indonesia. 

Dengan dibentuknya event-event pariwisata ke dalam CoE Indonesia ini akan memudahkan begi para wisatawan manca-negara maupun domestik mengetahui berbagai atraksi di tiap provinsi. 

 

Sebanyak 100 event pariwisata unggulan dari tiap provinsi akan digelar pada tahun 2020 mendatang. Dengan begitu, bisa memudahkan wisatawan mengetahui event-event pariwisata yang ada di Indonesia. 

 

Kembali ke Sumbar, ketiga event yang masuk ke dalam CoE Wonderful Indonesia 2020 adalah Tour de Singkarak (TdS), Sawahlunto Internastional Songket Silungkang Carnival (SISSCa) dan Festival Pesona Minangkabau.

 

TdS merupakan salah satu event terbesar di Sumatera Barat yang sudah dilaksanakan dari tahun 2009 silam. Event ini telah menyedot banyak pengunjung wisatawan mancanegara dan domestik. Selain lomba balapan bersepeda, acara tersebut juga sebagai ajang promosi destinasi pariwisata di tiap kabupaten/kota. 

 

Sementara Sawahlunto Internastional Songket Silungkang Carnival (SISSCa) adalah event budaya penggunaan songket khas Sawahlunto. Acara ini berkolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif derkait dengan fashion. 

 

Terakhir Festival Pesona Minangkabau merupakan event dengan menampilkan atraksi seni dan budaya khas Minangkabau. Event ini menampilkan beberapa pameran, seperti pameran matrilineal, pacu kudo (kuda), pacu jawi (sapi), pertunjukan tari kolosal, karnaval, pemutaran film Minangkabau melalui bioskop keliling dan Pagaruyung Expo.

 

Ketiga event yang masuk ke dalam kalender pariwisata nasional 2020 ini sudah dikuratori dengan memperhatikan aspek 3C, yakni culture value, communication value dan commercial value. 

 

Setiap event tentu akan menampilkan kebudayan khas daerah di mana acara tersebut dilaksanakan dengan tujuan mempromosikan kepada pariwisata terhadap daerah yang menjadi tujuan wisata. Dengan adanya arus wisatawan yang berkunjung ke suatau daerah, maka ekonomi masyarakat bisa bergerak.(*)