Ngobrol Santai Wisata Halal Sumatera Barat

Wisata halal menjadi solusi dalam pengembangan pariwisata Sumatera Barat. Daerah dengan falsafah Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah ini  telah meraih pengakuan Internasional sebagai destinasi halal nasional dan Internasional. Namun pengembangan wisata halal Sumatera Barat masih perlu banyak masukan dari berbagai pihak. 

Untuk itu, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sumatera Barat, bersama Dinas Pariwisata Sumbar dan didukung Bank Indonesia serta berbagai pihak menggelar diskusi santai dalam bentuk “Ngobrol Santai Wisata Halal” direncanakan di Ruang Rapat Profesionalism Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat, Pukul 08.00-12.00 WIB, Jumat 24 Mei 2019. Kegiatan ini masuk dalam rangkaian Pesona Radmahan Sumatera Barat

Ketua GenPI Sumbar, Aries Purnama hadir beberapa pembicara yang paham terhadap wisata halal global, nasional dan Sumatera Barat Pembicara pertama, yaitu R. Wisnu Rahtomo, Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar RI akan menyampaikan materi tentang percepatan wisata halal Indonesia.

Pariwisata tidak lepas dari sektor ekonomi, maka hadir pembicara kedua, Wahyu Purnama A, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar dengan materi Pariwisata Sebagai Penggerak Ekonomi Indonesia. “Masyarakat bisa mendapatkan secara gamblang, bagaimana pariwisata menjadi solusi ekonomi bagi Indonesia termasuk Sumatera Barat,” sebut Aries

Untuk menjadikan sektor ekonomi mampuni, juga dihadirkan Afdhal Aliasar, Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah & Industri Halal. Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dengan materi Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia dan Pengembangan Pariwisata Halal.

Hal ini juga dilengkapi dengan pembicara berikutnya, Yopi Nursali, Analis Kebijakan Pengembangan Lifestyle & Industri Halal dengan materi Pariwisata Halal Sumatera Barat dan Spirit Minangkabau.

“Yopi Nursali, terlibat langsung dalam pemenangan wisata halal Sumatera Barat dan nasional. Beliau juga aktif di industri wisata halal nasional,” jelas Aries Purnama

Peserta yang diundang, 150 orang berasal dari unsur pentahelix kepariwisataan Sumatear barat yaitu pemerintahan, asosiasi, akademisi, media dan komunitas.

Banyak hal yang bisa didiskusikan peserta menyangkut wisata halal Sumatera Barat, sebut Aries. Di antaranya, bisa tentang perbedaan wisata halal dan wisata syariah, peraturan, standar wisata halal, perbedaan wisata halal Sumatera Barat dengan daerah lain, peluang wisata halal Sumatera Barat menggerakan ekonomi. “Serta industri apa yang menjadi peluang usaha jika wisata halal berkembang nantinya,” jelasnya

Direncanakan dialog akan dibuka oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit dan Oni Yulfian, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar.

Selain diskusi, rangkaian kegiatan Pesona RAmadhan juga diisi dengan hiburan islami, serta kegiatan ibadah. Sementara itu, hiburan bernuasana islami juga akan dimeriahkan dengan fashion show, pentas seni budaya, dan musik religi.

Berikut rangkaian acara Pesona Ramadhan 1440 H/2019 M
24 Mei 2019 : Ngobrol Santai Wisata Halal 
25 Mei 2019 : Lomba busana muslim, mewarnai kaligrafi, nasyid, qasidah dan azan
26 Mei 2019 : Pameran Kuliner dan Berbagi bersama anak yatim. Pabukoan gratis
Hiburan islami (Gambus, Festival Qasidah, musik religi dan nasyid)

Direncanakan Pesona Ramadhan akan menggabungkan seluruh even di kabupaten dan Kota. Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian berharap, Pesona Ramadhan akan menjadi agenda rutin wisata untuk menarik minat wisatawan.

Selain Pesona Ramadhan juga akan ada kegiatan Festival 10.000 Bakoang Ayam dan Lamang Baluo yang dihelat 6 – 7 Juni di daerah Kota Tua, Batang Arau, Kota Padang, Sumatera Barat.


sumber: sumbar.travel