Pokja Wisata Menjadi Solusi Pengembangan Wisata Sumatera Barat

Ngorol Santai Wisata Halal yang diadakan di Aula Bank Indonesia dihadiri oleh beberapa narasumber dan peserta yang terdiri dari unsur pentahelix pariwisata menginginkan agar wisata halal tummbuh pesat di Sumatera Barat. Penyatuan visi dan gerakan bersama juga diharapkan dengan adanya Pokja (Kelompok Kerja) yang akan menyatukan seluruh unsur untuk mengembangkan wisata Sumatera Barat.

Narasumber dari Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kemenpar RI, R Wisnu Rahtomo juga ikut mengemukakan usulannya dengan materi tentang percepatan wisata halal Indonesia.

“Sumatera Barat ini pasar utama ini adalah Malaysia dan Singapura. Ini yang harus kita fokuskan,” katanya. 

Selain itu hadir sebagai narasummber Wahyu Purnama A, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumbar dengan materi Pariwisata Sebagai Penggerak Ekonomi Indonesia. Narasumber berikutnya, Afdhal Aliasar, Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah & Industri Halal. Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dengan materi Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia dan Pengembangan Pariwisata Halal. Pembicara berikutnya, Yopi Nursali, Analis Kebijakan Pengembangan Lifestyle & Industri Halal dengan materi Pariwisata Halal Sumatera Barat dan Spirit Minangkabau. Ngobrol santai dimoderatori Budi Saputra, profesional yang malang melintang di dunia presenter beberapa televisi.

Menurut Wisnu Rahtomo, wisata halal merupakan peluang wisata yang memiliki pasar yang besar dan daya belanja yang tinggi. “Wisata halal harus dikembangkan,” terangnya sambil memaparkan persentasinya. Ia juga menyampaikan Sumbar memiliki 3780 daya tarik wisata yang menjadikannya sebagai wisata halal unggulan. Untuk itu, Wisnu menyatakan potensi kuliner dan alam Sumatera Barat harus didukung peraturan daerah pengelolaan wisata halal

Sementara, kehadiran Pokja Wisata Halal juga disambut baik narasumber lainnya. Menurut Yopi Nursali yang juga terlibat dalam pemenangan wisata halal Sumatera Barat 2016, Usulan Pokja Wisata halal dari lintas sektor. Ini strategis sekali. Karena pariwisata terhubung sektor lain.

“Untuk itu sinkronise untuk menjadikan wisata halal sebagai leading sektor. Dan itu akan memacu pertumbuhan ekonomi dan multiplier effect yang besar,” sebutnya.

Peserta yang diundang, 150 orang berasal dari unsur pentahelix kepariwisataan Sumatera Barat yaitu pemerintahan, asosiasi, akademisi, media dan komunitas.

Salah satu peserta meminta agar pariwisata memanfaatkan semua potensi yang ada di Sumatera Barat untuk mendukung hal tersebut. Peserta lainnya juga meminta adanya sebuah lembaga yang mampu membimbing dan melibatkan seluruh pihak, agar perkembangan wisata halal Sumatera Barat bisa berjalan.

Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat menanggapi hal itu. “Kita akan memaksimalkan tim percepatan wisata Sumatera Barat,” sebut Oni Yulfian. Ia juga menyebutkan pihaknya telah menyusun peraturan daerah tentang pariwisata halal sejak tahun 2017 lalu. 

sumber: sumbar.travel