Sumatera Barat Destinasi Wisata Halal Dunia

Sumatera Barat telah ditetapkan sebagai wisata halal dunia, terlepas dari menang atau kalah dari World Halal Tourism Award 2016. Dalam perjalanannya, Sumatera Barat telah disepakati oleh MOU seluruh kepala daerah di Sumatera Barat, pada 12 Mei 2016 dihadapan Kemenpar, bahwa genre pariwisata Sumatera Barat merupakan wisata Halal. Pengakuan terhadap Sumatera Barat sebagai destinasi wisata halal juga diserahkan Award oleh Menpar pada tanggal 7 Oktober 2016 di Gedung Sapta Pesona dalam malam anugerah wisata halal 2016. 

"Wisata Halal sesuai dengan falsafah Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah," kata Gubernur Sumatera Barat menjelaskan tentang wisata halal beberapa waktu lalu. 

Sebagai pemimpin daerah, Irwan Prayitno Gubernur dan Ibu Nevi Prayitno serta Wakil Gubernur dan kepala daerah lainnnya menunjukan keseriusannya dalam mengembangkan pariwisata halal di Sumatera Barat.  Hal itu terlihat dari akun media sosial pimpinan daerah itu terus menerus mensosialisasikan tentang wisata halal kepada seluruh masyarakat.  

Hal yang sama juga ditunjukan DPRD Sumbar dengan memasukan Perda Wisata Halal dalam Prolegda tahun 2017 sebagai perda inisiatif DPRD. Selain pemerintah dukungan juga datang dari akademisi, komunitas, industri kepariwiasatan dan media sehingga terbentuk kelompok kerja (PokJa) Wisata Sumatera Barat. 

Tidak tanggung - tanggung, sekaligus insan kreatif di Sumatera Barat jua bekerja keras untuk membentuk Forum Sumbar Kreatif sebagai wadah seluruh insan kreatif dengan 16 sub sektor ekonomi kreatif di dalammnya. Forum Kreatif ini juga mengajak seluruh asosiasi yang terdapat di dalam 16 subsektor ekonomi kreatif. 

"Sumatera Barat telah menjadi wisata halal, sekarang semua industri kepariwisataan harus meningkatkan kesiapannya," kata Didit P Santoso, Plt Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Provinsi Sumatera Barat. 

Pihaknya, kata Didit akan membantu semaksimal mungkin salah satunya memberikan subsidi kepada restoran dan rumah makan yang telah memiliki sertifikat laik sehat dan menguru sertifikat halal terhadap produk yang dimilikinya. 

Wisata halal diperkirakan akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan sekaligus mengembangkan industri kepariwisataan di Sumatera Barat. (*)