Bule Kapal Pesiar Silver Discoverer, Kenali Tradisi Minangkabau

Kapal Pesiar Silver Discoverer merapat di Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat Rabu (13/3/19). Persinggahan tersebut bagian dari rangkaian kunjungan wisata ke beberapa belahan dunia, termasuk Indonesia.

Kapal yang dikelola Silversea Cruises tersebut membawa 48 wisatawan dan 8 tour leader mancanegara dan singgah di Sumatera Barat untuk melihat budaya masyarakat. Kapal dengan 70 kru tersebut rutin merapat di Sumbar dalam enam tahun terakhir ini, membawa wisatawan dari Eropa, Ingris, Amerika, Australia dan jepang dan singgah di Sumatera Barat. 

"Kami melakukan penyambutan dengan tradisi Minangkabau. Selanjutnya, para wisatawan akan dibawa menuju Perkampungan Adat di Nagari Salayo, Kabupaten Solok. Di sini, mereka akan diperkenalkan dengan keunikan budaya Minangkabau yang masih sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat," sebut Suci Harti, Tour Manajer Ermi Tour, pengelola acara di Sumbar.

Dikutip dari situs https://www.cruisemapper.com/ships/Silver-Discoverer-806, kapal berbendera Panamas memulai perjalanan 15 hari dari Bali pada 5 Maret menuju ke Banda Aceh, Kepulauan Simeuleu, Nias, Padang, Taman Nasional Ujung Kulon, Anak Krakatau, Karimunjawa, Sumenep, dan Probolinggo. Untuk ikut dalam program kapal silakan intip situs https://www.silversea.com/ dengan harga paket berkisar antara 9.400 dolar amerika atau sekitar 140 juta rupiah. 

Dalam situs kapal pesiar tersebut Sumatera Barat, atau Padang dikenalkan sebagai bagian kota pelabuhan tua, dan bagian dari ibukota modern Sumatera Barat. Penjajah Belanda berdagang kopi dan rempah-rempah dari pelabuhan mulai abad ke-17. Selain itu juga diperkenalkan desa Minangkabau, sistem masyarakat matrilineal terbesar di dunia. Makanan Padang juga diperkenalkan sebagai makanan yang mewah dan pedas. 

Pemprov Sumbar berharap agar frekuensi kunjungan Cruise ke Sumbar bisa meningkat. Karena Sumbar memiliki wisata alam dan budaya yang khas

“Dinas pariwisata Sumbar, agar masyarakat selalu menjaga Sapta pesona,” sebut Didit P Santoso, Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar

Setelah acara penyambutan penumpang kapal terlibat dalam proses adat Minangkabau di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat.  

 

Di Nagari Salayo, diperkenalkan berbagai prosesi adat kepada para wisatawan secara langsung, seperti prosesi pernikahan dalam adat Minangkabau. Selain itu, mereka juga akan dilibatkan dalam parade pakaian tradisional Minangkabau, demonstrasi memasak Randang, makan bajamba, serta tari-tarian tradisional Minangkabau.

Makanan rendang, menjadi unggulan bagi turis yang datang ke Nagari Salayo. 

Selain itu, menurut Wilma Prima bule yang datang juga menyukai cemilan Lapek Bugih. Lapek Bugih merupakan kue tradisional Minangkabau terbuat dari tepung ketan dikukus dan dibungkus daun pisang.

Suci Harni, Manajer Ermi Tour pengelola kegiatan di Sumbar menyebutkan pengenalan secara langsung kepada turis asing menjadi suatu hal yang positif. Wisatawan dapat merasakan langsung nuansa dan sensasi adat Minangkabau. 

 

"Sehingga lebih mudah meninggalkan kesan dalam ingatan mereka tentang kepariwisataan Sumatera Barat. Diharapkan dengan kesan baik yang melekat, akan menyisakan keinginan untuk kembali berkunjung ke Sumatera Barat," terangnya.


Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Oni Yulfian menyambut baik program tersebut. Ia menyatakan budaya sumatera Barat, sangat disenangi masyarakat Eropa. 

"Kita dianugerahi keindahan alam dan budaya yang mampu menarik wisatawan asing. Buktinya, wisatawan kapal pesiar secara rutin memasukan Sumbar dalam paket tournya," tandas Kadispar Sumbar.