Dharmasraya Dapat Penghargaan Rekor MURI

Dharmasraya - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumbar mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah mengadakan festival memasak "wajik" dengan jumlah 2.018 kancah Pada Minggu (7/01/18).

Wajik adalah panganan olahan dari beras ketan yang merupakan salah satu kebudayaan yang wajib dilestarikan, karena wajik merupakan bentuk kearifan lokal yang sudah ada sejak dahulu kala di kerajaan Melayu dan Jawa.

Penghargaan MURI tersebur, Pemerintah Dharmasraya dan masyarakat menggelar mamasak wajik sebanyak 2.018 tungku.

Festival memasak wajik tersebut digelar di Kompleks Sport Center, Nagari (Desa Adat) Koto Padang, Kecamatan Koto Baru dalam rangkaian HUT Kabupaten Dharmasraya yang ke-14.

Sutan Riska Bupati Dharmasraya mengatakan bahwa Festival tersebut merupakan salah satu upaya dalam melestarikan dan mengembangkan aset budaya lokal yang dimiliki daerah tersebut.

"Saya berharap masyarakat Dharmasraya dan sekitarnya dapat mengapresiasi aset budaya yang dimiliki, termasuk yang kita laksanakan hari ini Festival Memasak Wajik," katanya.

Menurutnya, kedepannya slogan Dharmasraya dapat dijadikan kalau belum memakan wajik berati belum berkunjung ke Dharmasraya.

Sutan Henri Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olahraga setempat juga menambahkan wajik Dharmasraya memiliki ciri khas tersendiri, misalnya proses memasak dan bahan yang digunakan.

"Wajik Dharmasraya berbeda dengan wajik di Pulau Jawa, dari bahan dan proses pembuatannya juga berbeda," ujarnya. (*)

 

Antarasumbar