Taste of Padang Resmi Branding Pariwisata Sumbar

Taste of Padang telah resmi ditetapkan Menjadi brand Pariwisata sumatera barat. "Taste of padang" memiliki filosofi, agar para wisatawan dapat me"rasa"kan melalui lima panca inderanya, keragaman dan pesona pariwisata sumatera barat berupa kekayaan alam maupun budaya yang ada dapat dirasakan melalui indera penglihatan, pengenagan, penciuman, perasa, dan peraba. Bahkan dirasakan hingga kehati-yang dapat meninggalkan memori dan pegalaan tersendiri bagi para wisatawan mancanegara.

Hal itu merupakan hasil FGD kesepakatan implementasi branding yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat. Forum diskusi ini menindaklanjuti hasil rapat kesepakatan implementasi Brand destinasi pada tanggal 24 November lalu, dan yang dilanjutkan pada hari ini tanggal 22 Desember 2017 di kantor Gubenur Sumbar dan diikuti oleh dinas pariwisata Sumbar dan akademisi, industri, media dan komunitas wisata sumbar.

Sebelumnya beberapa orang masyarakat Sumatera Barat melakukan protes melalui media massa dan media sosial.

Selain peserta unsur kepariwisataan yang biasa hadir dalam proses branding, diundang juga, Haris Satria dosen Universitas Andalas, Sari Lenggogeni, Direktur Pusat Kajian Pariwisata Universitas Andalas. Pakar Marketing, komunikasi dan branding, Dony Oskaria, CEO beberapa perusahaan CT Corps yang juga anggota dewan penasehat presiden bidang ekonomi dan industri Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), dan Yuliandre Darwis yang juga ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Proses peyusunan brand destination Kawasan padang dengan wawancara dan pengumpulan informasi internal & eksternal dipadang, 24 oktober 2017,facus group discussion (FGD) dipadang,26 Oktober 2017, wawancara dan pengumpulan informasi internal & eksternal dibukittingi, 7 November 2017, dan sosialisasi dan pembangunan komitmen di Padang 24 November 2017.

Target wisman kementrian pariwisata 2019 harus mencapai 20 juta wisman, Bedasarkan data jumlah kedatagan wisatawan mancanegara kesumatera Barat menurut Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tahun 2017-2016, dapat dilihat bahwa trend jumlah kunjungan wisman dari tahun 2010 hinga 2014 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dengan jumlah kunjungan wisman tertinggi yaitu pada tahun 2014 sebesar 56,111 wisatawan,sementara pada tahun 2015 terjadi penurunan jumlah wisman dari tahun sebelumnya, menjadi 48,773 berkurang sebanyak 7,338 wisatawan  atau dari tahun 2014 dan kembali terjadi sedikit peningakatan pada tahun 2016 menjadi sebnyak 49,686 wisatan.Adapun rata-rata pertumbuhan jumlah kunjungan wisman kesumatera barat dari tahun 2017- 2016 atau dalam kurun waktu 10 tahun ini adalah sebesar 10,51%.

Dan kita bisa lihat Di Country Branding Rank 2017/2018

> Indonesia menepati peringkat ke-11 naik satu peringkat di antara negara-negara dikawasan Asia,dengan nilai A (Slightly Strong).
> Berbeda diperingkat ke-35 ditingkat dunia (singapore-13,malaysia ke-23).

Dalam persaingan logo pariwisata level global,posisi Indonesia dan Sumatera Barat. 10 Destination Brand 2016 tambah 5 destination brand 2017 - Kemenpar.

> The 10 destination branding 2016

1. Great Jakarta

2. Great Bali

3. Great Kepri
4. Jogjakarta,Solo,Semarang(Joglosemar)

5. Bunaken,Wakatobi,Raja Empat
6. Medan

7. Lombok

8. Makassar

9. Bandung

10. Banyuwangi

> the 5 destination brandings (2017)

1,  Danau Toba

2, Padang

3, Palembang

4, Labuhan Bajo

5, Mando

Dan ditarget 25 destination Brand.