Ribuan Masyarakat Hadiri Puncak Hoyak Tabuik Pariaman

Pariaman - Ribuan masyarakat dari berbagai daerah ikut serta meramaikan puncak Pesta Budaya Tabuik yang dihelat oleh Pemerintah Kota Pari aman Sumatera Barat (Sumbar).

"Pesta budaya tabuik setiap tahunnya selalu menarik ribuan masyarakat atau pengunjung yang menyaksikan langsung even tersebut," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, di Pariaman, Minggu (1/10/17).

Dia mengatakan pesta budaya tabuik yang digelar pemerintah daerah secara berkelanjutan harus dapat berimbas kepada perekonomian masyarakat luas.

Pihaknya menilai selama ini setiap penyelenggaraan pesta budaya tabuik ramainya kunjungan wisatawan hanya terjadi pada hari puncak saja.

"Even ini memiliki skala yang besar, namun sayangnya perputaran ekonomi tidak bertahan lama, sehingga menjadi kerugian tersendiri bagi daerah" ujarnya.

Ke depan pihaknya meminta pemerintah daerah harus bisa memikirkan bagaimana menahan wisatawan agar lebih lama dan betah di Kota Pariaman.

Beberapa hal yang perlu ditingkatkan, di antaranya pembangunan penginapan atau hotel berbintang, kuliner khas daerah, dan lain sebagainya.

Selain itu, diharapkan masyarakat juga dapat menerapkan sapta pesona, tidak melakukan pungutan liar dan ramah tamah terhadap pengunjung.

"Jangan sampai masyarakat atau wisatawan yang datang hanya bertahan satu hari saja, lalu pulang tanpa meninggalkan dampak ekonomi secara signifikan," ujarnya.

Terkait program jangka panjang, pihaknya berharap Kota Pariaman memiliki sosok kepala daerah yang memiliki visi misi pariwisata sehingga sejalan dengan potensi daerah.

"Kota Pariaman pada 2018 salah satu peserta Pilkada serentak, diharapkan lahir pemimpin yang memiliki visi misi jangka panjang terkait pariwisata," katanya.

Pada 2017 Sumbar menargetkan tujuh juta wisatawan nusantara, dan 60 ribu wisatawan mancanegara. Dia mengatakan dari 19 kota dan kabupaten di provinsi itu hanya tujuh daerah yang baru mau berkomitmen dan fokus kepada pengembangan sektor pariwisata.

Sementara itu salah seorang Tuo Tabuik Subarang Nasrun Jon (75) menjelaskan pesta budaya tabuik merupakan perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husain, cucu Nabi Muhammad SAW, yang dilakukan oleh masyarakat Minangkabau di daerah pantai Sumatera Barat, khususnya di Kota Pariaman.

Festival ini termasuk menampilkan kembali pertempuran Karbala, dan memainkan gendang tasa. Tabuik merupakan istilah untuk usungan jenazah yang dibawa selama prosesi upacara tersebut. Kegiatan tersebut dilakukan juga untuk menarik para wisatawan dari berbagai daerah ke Kota Pariaman. (*)