Padang Pariaman Jadikan Pacuan Kuda Upaya Memajukan Pariwisata

Parit Malintang - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menjadikan ajang pacuan kuda sebagai upaya memajukan pariwisata sekaligus meningkatkan minat olahraga masyarakat di daerah itu.

"Ribuan penonton datang untuk menyaksikan pacuan kuda yang diselenggarakan di Gelanggang Pacu Kuda Nagari Balah Aie, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak," kata Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur saat pembukaan Pacuan Kuda di VII Koto Sungai Sariak, Minggu (10/9/17).

Dia mengatakan penonton tersebut tidak saja datang dari daerah itu namun juga dari kabupaten dan kota lainnya.

Menurutnya kehadiran penonton tersebut menunjukan bahwa banyaknya pecinta pacuan kuda sehingga potensinya dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan pariwisata di daerah itu.

Oleh karena itu, lanjutnya pihaknya merencanakan pacuan kuda dijadikan sebagai kegiatan festival tahunan yang merangkup di dalamnya "basafa" dan "pasie maelo".

"Jadi dalam satu festival dengan jarak beberapa hari wisatawan dapat melihat sejumlah kegiatan pariwisata," ujarnya.

Dia mengatakan meski pihaknya akan mengeluarkan dana yang besar namun dampak yang dihasilkan yaitu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Oleh karena itu, dia meminta partisipasi masyarakat setempat agar pariwisata di daerah itu semakin maju sehingga perekonomian masyarakat semakin baik.

Ketua Pelaksana Pacuan Kuda di Nagari Balah Aie, Raflen Ahmad mengatakan pacuan kuda tersebut diikuti oleh 60 kuda yang berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di provinsi itu.

"Setidaknya ada 21 pertandingan yang digelar selama dua hari dengan rincian 11 pertandingan pada hari ini dan besok 10 pertandingan lagi," katanya. (*)