Sumbar Dorong Kabupaten/Kota Usulkan Masuk Agenda Wisata Tahunan

Padang - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mendorong kabupaten dan kota di daerah itu mengusulkan kegiatan wisata daerah untuk dimasukkan dalam agenda wisata tahunan yang bisa dipedomani oleh wisatawan.

"Harus diatur setiap bulan itu ada agenda wisata sehingga kapanpun wisatawan datang, ada atraksi menarik yang bisa dinikmati," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Selasa (5/9/17).

Dia menambahkan hal itu terkait upaya pengembangan potensi wisata daerah untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar.

Menurut dia selain destinasi wisata alam yang sangat memukau, Sumbar juga kaya dengan atraksi wisata seperti Tabuik Pariaman, Festival Mandeh di Pesisir Selatan, Pasa Harau di Limapuluh Kota dan banyak atraksi wisata berbasis budaya lainnya.

Hanya saja, jadwal atraksi itu sebagian berbenturan hingga berpotensi merugikan daerah, karena wisatawan terpaksa harus memilih salah satu atraksi dan meninggalkan yang lain.

"Kalau waktu pelaksanaan bisa dikelola, maka akan sangat menguntungkan daerah," ujarnya.

Namun, ia mengakui tidak semua atraksi wisata berbasis budaya itu yang bisa digeser jadwal pelaksanaannya, terutama yang berkaitan dengan ulang tahun daerah.

"Untuk hal ini memang agak sulit, karena ada beberapa kabupaten dan kota ini yang dimekarkan pada waktu yang sama sehingga ulang tahun daerahnya sama," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian mengatakan pihaknya telah meminta meminta kabupaten dan kota untuk menyaring kegiatan yang akan dimasukkan dalam agenda wisata tahunan Sumbar.

"Kita minta tiga yang dinilai berpotensi besar menarik wisatawan pada masing-masing daerah," lanjutnya.

Namun, untuk tiga kegiatan itu disyaratkan pelaksanaannya bisa tepat waktu setiap tahun. Karena perubahan agenda wisata yang tidak jelas akan merusak citra daerah di mata wisatawan.

Akibatnya, wisatawan tidak percaya lagi pada agenda wisata yang ada di Sumbar dan mengurangi minat mereka untuk datang.

Oni mengemukakan jika nanti agenda wisata Sumbar sudah tersusun, akan dibukukan dan disosialisasikan pada media sosial agar makin dikenal wisatawan.

Dia berharap hal itu akan memberikan dampak positif terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar.

Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi ini kembali meningkat pada Juli 2017 setelah dua bulan sebelumnya mengalami penurunan karena ada momen Ramadhan dan Idul Fitri.

Tercatat pada Juli 2017 wisatawan asing yang berkunjung mencapai 4.080 orang atau naik 38,78 persen dibandingkan Juni 2017 yang hanya 2.940 orang.

Wisatawan dari Malaysia masih mendominasi dengan jumlah kedatangan mencapai 2.689 orang. Kemudian dari Australia 353 orang, Perancis 107 orang, Inggris 58 orang, Amerika Serikat 55 orang, Tiongkok 47 orang, Belanda 43 orang, Thailand 27 orang, Jepang 19 orang, India 19 orang dan lainnya 663 orang. (*)