Kunjungan Wisatawan ke Sumbar Kembali Meningkat

Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar), mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi ini kembali meningkat pada Juli 2017 setelah dua bulan sebelumnya mengalami penurunan karena ada momen Ramadhan dan Idul Fitri.

"Pada bulan Juli 2017 wisatawan asing yang berkunjung ke Sumbar mencapai 4.080 orang atau naik 38,78 persen dibandingkan Juni 2017 yang hanya 2.940 orang," kata Kepala BPS Sumbar, Sukardi di Padang, Senin (4/9/17).

Menurut dia salah satu pemicu naiknya kunjungan wisatawan karena terdapat sejumlah even internasional seperti pertemuan dai dan ulama se-dunia yang digelar pada 11-20 Juli 2017.

"Kalau even skala internasional banyak maka akan menguntungkan bagi Sumbar karena meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing," ujarnya.

Dia menyebutkan berdasarkan negara asal wisatawan dari Malaysia masih mendominasi pada Juli 2017 dengan jumlah kedatangan mencapai 2.689 orang.

Kemudian dari Australia 353 orang, Perancis 107 orang, Inggris 58 orang, Amerika Serikat 55 orang, Tiongkok 47 orang, Belanda 43 orang, Thailand 27 orang, Jepang 19 orang, India 19 orang dan lainnya 663 orang.

Menurutnya kunjungan wisatawan pada Juli 2017 memberikan kontribusi sebesar 0,35 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 1.180.399 orang.

Dia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau, jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan maka akan didata lewat bandara kedatangan.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Sumbar masih berharap ada penerbangan langsung dari Singapura ke Padang untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di daerah itu, terutama setelah dinobatkan sebagai destinasi wisata halal dunia pada 2016.

"Kami sudah coba komunikasikan hal ini dengan sejumlah maskapai penerbangan seperti Garuda, Air Asia, CitiLink dan maskapai lain untuk membuka rute penerbangan ini. Namun belum terealisasi," kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Dia menyampaikan dari sekian banyak maskapai, Air Asia sebenarnya menyatakan berminat, tetapi hingga saat ini mereka masih terkendala persoalan pengurusan izin.

"Kami berharap persoalan izin ini bisa selesai dan penerbangan langsung Singapura-Padang bisa terwujud," kata dia.

Selain dari Singapura, Irwan juga mengharapkan ada penerbangan langsung dari negara ASEAN lainnya, yang menjadi target pasar pariwisata Sumbar.

Upaya membuka penerbangan langsung Singapura-Padang sudah dilakukan Pemprov Sumbar sejak tiga tahun terakhir, tetapi selalu terganjal perizinan. (*)