DPRD Padang Nilai Wisata Jalan di Tempat

Padang - Fraksi di DPRD Kota Padang, Sumatera Barat, menilai perkembangan pariwisata di daerah itu masih jalan ditempat, karena sektor pariwisata belum menjadi penyumbang terbesar dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Dari data BPS sektor pariwisata belum menjadi penyumbang PAD terbesar di Padang," kata Juru Bicara Fraksi Gerindra DPRD Padang, Delma Putra di Padang, Rabu (30/8/17).

Hal itu terlihat dari PAD di sektor itu baru terealisasi Rp450 juta hingga Agustus 2017 dengan target sebesar Rp1 miliar.

Tahapan-tahapan yang telah direncanakan oleh dinas terkait, katanya cenderung berjalan lambat, karena tidak mampu menjawab tantangan sosial dan budaya yang terjadi.

"Serta tak mampu untuk merawat dan mengorganisir sarana dan prasarana penunjang pariwisata tersebut," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta Pemerintah Kota Padang untuk mencari solusi atau terobosan yang inovatif seperti pengembangan daerah wisata berbasis tentang budaya serta melakukan evaluasi kembali terhadap kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sedangkan, Juru bicara Fraksi Golkar Zulhardi Z Latif mengemukakan prioritas pengembangan pariwisata sebaiknya tidak hanya difokuskan pada revitalisasi dan pembangunan objek wisata.

"Tapi kesadaran dan mental masyarakat akan pentingnya menciptakan rasa aman bagi wisatawan juga perlu diprogramkan," sebutnya.

Hal itu, menurutnya terutama untuk masyarakat di lokasi di mana objek wisata direvitalisasi dan dibangun.

Sementara Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah mengatakan prioritas pengembangan pariwisata diarahkan pada revitalisasi objek wisata KWT Gunung Padang dan objek wisata potensial lainnya.

"Yang dapat menjadi wisata keluarga dan konvensi yang layak serta ramah untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM," tambahnya. (*)