Pengamat : Kegiatan Bertaraf Internasional Bisa Inisiasi Objek Wisata Baru di Padang

Padang - Pengamat Pusat Kajian Pariwisata Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sari Lenggogeni mengatakan setiap kegiatan bertaraf internasional yang digelar di Padang hendaknya menghasilkan satu destinasi wisata baru.

"Dari pelaksanaan event di Kota Padang hendaknya ada co branding atau adanya tambahan destinasi wisata baru," katanya di Padang, Minggu (27/8/17).

Dia menyebutkan salah satu contoh adalah dari pelaksanaan Konferensi IORA yang melibatkan banyak negara beberapa tahun lalu, dari kegiatan tersebut kemudian dibangun sebuah tugu sebagai tanda dari pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Dengan adanya tugu tersebut maka akan ada tambahan destinasi baru yang akan menjadi tujuan wisata bagi masyarakat," ujarnya.

Dia menambahkan sejauh ini sudah banyak event-event berskala internasional yang di gelar di Kota Padang akan tetapi kebanyakan ketika kegiatan tersebut berakhir maka hanya berlalu begitu saja.

Menurut dia, rekam jejak Kota Padang dengan keterlibatannya dengan kegiatan-kegiatan kelas dunia belum terlalu maksimal, padahal itu sebuah potensi untuk pengembangan pariwisata.

"Sejauh ini apakah ada evaluasi dari setiap kegiatan yang sudah dilakukan? Untuk hal tersebut tentu harus ada pihak yang mengelola secara khusus," kata dia.

Selain itu ia menyebutkan pengelolaan sebuah event secara maksimal dan profesional sebenarnya dapat memberikan dampak yang besar terhadap masyarakat dan daerah.

"Apabila pengelolaannya tetap mengacu pada pre event dan post event, maka akan banyak manfaat yang dapat diperoleh," katanya.

Sementara itu di Sumbar terdapat banyak event yang digelar untuk menunjang pariwisata dan peningkatan ekonomi.

Pada waktu bersamaan, yaitu tanggal 25 hingga 27 Agustus 2017 digelar Festival Pasa Harau di Kabupaten Limapuluh Kota serta Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa). (*)