Kedatangan Gubernur Diharapkan Dongkrak Popularitaskan Seribu Rumah Gadang

Padang Aro - Kedatangan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ke kawasan Nagari Seribu Rumah Gadang di Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok Selatan, diharapkan bisa meningkatkan popularitas wisata itu, kata pejabat setempat.

"Kedatangan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno diharapkan dapat mendukung pemilihan kawasan Nagari Seribu Rumah Gadang di Nagari Koto Baru dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) sebagai desa adat terpopuler serta meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke Solok Selatan," ujar Pelaksana Tugas Kepala Bagian Humas Setda Solok Selatan Firdaus Firman di Padang Aro, Rabu (16/8/17).

Dia mengatakan, saat berkunjung ke Kawasan Nagari Seribu Rumah Gadang, Gubernur menunjukkan kekagumannya terhadap kawasan adat yang masih dilestarikan tersebut.

Selain itu, Gubernur juga kagum dengan kawasan yang masih mempunyai banyak rumah gadang dalam satu kawasan.

Menurutnya Kawasan Nagari Seribu Rumah Gadang sebagai salah satu destinasi wisata adat tentu memiliki peluang besar untuk dikunjungi baik wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Wisatawan bisa menikmati sensasi yang beda dengan obyek wisata lain bila berkunjung ke seribu rumah gadang," kata dia.

Selain itu, sebutnya wisata Solok Selatan juga didukung oleh potensi wisata alam lain sebagai anugrah dari Pencipta yang bisa dinikmati pengunjung seperti air terjun Tangsi Ampek, air terjun kembar serta Goa Batu Kapal.

"Kami melihat ini adalah peluang bagus untuk dikembangkan oleh pemerintah," katanya.

Kawasan Nagari Seribu Rumah Gadang saat ini sudah mulai menarik minat wisatawan mancanegara yang ingin merasakan langsung bagaimana kehidupan Minangkabau di masa lampau.

Saat ini, Kawasan Nagari Seribu Rumah Gadang Solok Selatan mendapat vote 33 persen pada ajang API dan di bawahnya Kete Tesu Kabupaten Toraja Utara yang mendapat 20 persen.

Dengan jaraknya saat ini sekitar 13 persen perolehan SMS, Kawasan Nagari Seribu Rumah Gadang masih dikejar oleh pesaing lainnya karena masa waktu vote masih panjang hingga 31 Oktober 2017. (*)