Pariaman Lestarikan Kuliner Tradisional Melalui Pariaman Expo 2017

Share :

Pariaman - Pemerintah Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat terus melestarikan kuliner tradisional di daerah itu melalui kegiatan Pariaman Expo 2017.

"Kuliner tradisional seperti Lontong Katupek Gulai Paku harus terus dilestarikan agar menjadi makanan khas Minangkabau yang bernilai," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Perindagkop dan UKM) setempat, Gusniyetti Zaunit, di Pariaman, Selasa (15/8/17).

Dia mengatakan kuliner Lontong Katupek Gulai Paku memiliki cita rasa yang lezat dan harus tetap dilestarikan agar dikenal masyarakat secara menyeluruh.

Apalagi dia mengatakan, Kota Pariaman merupakan salah satu daerah tujuan wisata sehingga daya tarik kuliner harus dipertahankan masyarakat.

Dia menyebutkan total terdapat 30 para Ibu Rumah Tangga atau perwakilan Tim Penggerak PKK yang menyajikan masakan khas katupek gulai paku tersebut.

Untuk membantu meningkatkan cita rasa dan inovasi kuliner tersebut, pihaknya mendatangkan salah seorang chef atau juru masak dari Jakarta.

Tujuannya ujar dia, agar masyarakat khususnya pelaku usaha kuliner tersebut bisa menggali ilmu dan berinovasi dalam menyajikan makanan tradisional.

Dia menilai hasil produksi para pelaku usaha kuliner di daerah itu hanya perlu pembenahan kebersihan, pelayanan, dan inovasi masakan.

Sementara itu Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman mengatakan Pariaman Expo merupakan momentum mempromosikan produk-produk hasil kerajinan dan makanan berbagai Usaha Mikro Kecil Menengah daerah itu.

"Ini momentum untuk mempromosikan hasil kerajinan dan kuliner masyarakat, serta hasil pembangunan tiap Organisasi Daerah (OPD), statistik pertumbuhan ekonomi daerah dan potensi daerah lainnya," kata dia.

Dia menambahkan pemerintah daerah telah berupaya maksimal dalam mengembangkan UMKM di Pariaman. Saat ini hanya perlu mengingatkan kembali pada masyarakat untuk mencintai produk lokal.

Terkait anggaran Pariaman Expo, pemerintah setempat mengucurkan biaya hingga Rp300 juta yang bersumberkan APBD 2017.

Untuk sewa tenda menghabiskan anggaran Rp195 juta, Pariaman Expo 2016 transaksi jual beli mencapai Rp2,8 miliar. (*)