24.661 Wisatawan Asing Nikmati Objek Wisata Sumbar

 Padang - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat 24.661 orang wisatawan mancanegara berkunjung ke sejumlah objek wisata di provinsi itu sejak Januari sampai Juni 2017 yang didominasi oleh pelancong asal Malaysia.

"Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 1.942 orang dibandingkan periode yang sama pada 2016 yang ketika itu kunjungan wisatawan asing mencapai 22.719 orang," kata Kepala BPS Sumbar Sukardi di Padang, Rabu (2/8/17).

Dia merinci dari 24.661 orang tersebut 19.287 orang berasal dari Malaysia, 1.128 orang dari Australia, 202 orang dari Perancis, 201 orang dari Amerika Serikat, 152 orang dari Inggris dan 137 orang dari Jepang.

Kemudian 120 orang dari Singapura, 99 orang dari Jerman, 79 orang dari Thailand, 10 orang dari Arab Saudi dan negara lainnya 3,246 orang, ujarnya.

Sementara pada Juni 2017 wisatawan asing yang datang berjumlah 2.940 orang atau turun 28,45 persen dibandingkan Mei 2017 yang mencapai 4.109 orang.

Penurunan disebabkan pada Juni bertepatan dengan bulan Ramadhan sementara mayoritas wisatawan asing ke Sumbar berasal dari Malaysia yang memilih tidak berpelesir saat puasa, katanya.

Menurutnya, kunjungan wisatawan pada Juni 2017 memberikan kontribusi sebesar 0,31 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 944.496 orang.

Dia memastikan jumlah yang terdata tersebut adalah mereka yang masuk melalui imigrasi di Bandara Internasional Minangkabau, jika sebelumnya dari Jakarta atau Medan akan didata lewat bandara kedatangan.

Pada sisi lain ia melihat turis Timur Tengah potensial dibidik berkunjung ke Sumbar dengan syarat pemangku kepentingan yang berwenang harus intensif melakukan promosi objek wisata.

"Selama ini turis asal Timur Tengah lebih banyak ke Puncak Jawa Barat, padahal keindahaan alam Sumbar tidak kalah," katanya.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap ada penerbangan langsung dari Singapura ke Padang untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata terutama setelah dinobatkan sebagai daerah wisata halal.

"Kami sudah coba komunikasikan dengan sejumlah maskapai penerbangan seperti Garuda Indonesia, Air Asia, CitiLink dan maskapai lain untuk membuka rute penerbangan ini, namun belum terealisasi," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Dia menyampaikan dari sekian banyak maskapai, Air Asia sebenarnya menyatakan berminat tetapi hingga saat ini mereka masih terkendala pengurusan izin.

"Kami berharap persoalan izin ini bisa selesai dan penerbangan langsung Singapura-Padang bisa terwujud," kata dia.

Selain dari Singapura, Irwan juga mengharapkan ada penerbangan langsung dari negara ASEAN lainnya, yang menjadi target pasar pariwisata Sumbar.

Upaya membuka penerbangan langsung Singapura-Padang sudah dilakukan Pemprov Sumbar sejak tiga tahun terakhir, tetapi selalu terganjal perizinan. (*)