Pemerintah Daerah Didorong Meningkatkan Dukungan Tour de Singkarak

Padang - Pemerintah daerah didorong untuk meningkatkan dukungan terhadap pelaksanaan Tour de Singkarak (TdS), terutama untuk anggaran yang saat ini masih dibantu Kementerian Pariwisata.

"TdS besar artinya untuk promosi spot pariwisata agar dikenal dunia, karena itu dukungan penuh harus datang dari kita di Sumatera Barat (Sumbar)," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Kamis (8/6/17).

Menurutnya, ke depan anggaran harus menjadi tanggung jawab Pemprov Sumbar dan kabupaten/kota yang dilintasi pebalap. Sedangkan Kementerian Pariwisata akan memberikan dukungan moril dan saran agar pelaksanaan bisa lebih baik.

Dia menambahkan TdS sudah digelar sebanyak delapan kali sejak digulirkan pada 2009, dan tahun 2017 adalah pelaksanaan yang kesembilan kalinya.

"Banyak keuntungan yang diperoleh Sumbar dari pelaksanaannya. Karena itu, TdS tidak boleh berhenti di tengah jalan," lanjutnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian menyebutkan pada Tour de Singkarak 2017, Kementerian Pariwisata masih membantu anggaran lebih dari Rp5 miliar.

"Ini besar artinya untuk pelaksanaan Tour de Singkarak selain dukungan dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar," ujar dia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengatakan TdS merupakan salah satu ajang balap sepeda internasional yang telah diakui dunia.

Bahkan pada pelaksanaan 2015, TdS mencatatkan diri sebagai peringkat kelima dunia dalam hal jumlah penonton pada ajang balap sepeda.

"Ini merupakan sebuah kebanggaan," kata dia.

Selain itu, TdS menurut dia juga merupakan rujukan bagi daerah lain di Indonesia dalam menggelar iven balap sepeda, seperti Tour de Ijen.

Namun yang paling penting menurutnya, TdS harus bisa dimanfaatkan untuk promosi destinasi wisata Sumbar agar lebih dikenal dunia.

Tour de Singkarak yang kesembilan pada 2017 ditetapkan pelaksanaannya pada 10-18 Oktober dengan sembilan etape yang direncanakan.

Namun jumlah etape masih sangat bergantung pada kondisi kelaikan dan keamanan ruas jalan yang akan dilewati pebalap dan ada kemungkinan jumlahnya dikurangi jadi tujuh etape. (*)

(Antara Sumbar)