ASITA Sumbar Meminta Berikan Kenyamanan Terhadap Wisatawan


Padang - Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sumatera Barat (Sumbar) meminta pelaku wisata agar memberikan kenyamanan terhadap wisatawan yang berkunjung ke wilayah itu saat libur Lebaran.

"Berikanlah keramahan bagi wisatawan yang nanti berkunjung ke Sumbar. Jangan ada lagi suara-suara miring dari pengunjung yang datang ke lokasi wisata," kata Ketua ASITA Sumbar Ian Hanafiah di Padang, Selasa.

Menurutnya libur Lebaran merupakan "super high season" atau musim kunjungan wisatawan yang padat sama seperti libur Natal dan Tahun Baru.

Sehingga ia meminta para pelaku usaha yang berada di lokasi-lokasi wisata lebih mempersiapkan dirinya dalam melayani kunjungan dari wisatawan.

"Berikanlah kesan positif kepada mereka yang datang, berikan keramahan dan harga yang normal," ujar dia.

Dia menyebutkan pada libur lebaran sebelumnya banyak wisatawan yang terkejut dengan harga barang-barang yang dijual oleh pedagang di lokasi wisata.

Mulai dari harga makanan, tarif parkir dan hasil kerajinan tangan yang tinggi sehingga menjadi perbincangan bagi wisatawan tersebut.

"Kita berharap seluruh pengusaha agar memberikan daftar harga yang jelas dan tidak membuat pengunjung menjadi tidak nyaman ketika menghabiskan uang mereka di Sumbar," tambahnya.

Dia mengatakan wisatawan yang berkunjung ke Sumbar ketika Lebaran bukanlah bertujuan untuk datang berwisata. Namun mereka adalah para perantau yang pulang kampung dan memanfaatkan momen untuk menikmati keindahan alam Sumbar.

"Namun di mata pelaku wisata mereka tetaplah sebagai wisatawan yang memberikan dampak ekonomi besar terhadap wilayah yang didatanginya," sebut dia.

Sementara Pemerintah Kota Padang menata lingkungan sekitar pantai sebagai langkah persiapan menghadapi libur lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah.

"Fokus kami dalam penertiban pedagang, pembangunan pedestrian, dan penataan parkir, diupayakan sebelum masuk lebaran tiga minggu mendatang," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi. (*)

(Antara Sumbar)