233 Milyar Dollar USA/tahun Jadi Ladang Rebutan Negara Tujuan Wisata Halal

233 milyar Dollar USA merupakan angka yang tidak sedikit sangat menggiurkan untuk bisa di “perebutkan” oleh negara-negara, tujuan wisata halal ini di ungkapkan  oleh Direktur Pusat Studi Pariwisata Unand, Sari Lenggogeni saat menjadi narasumber di acara gatering BNI Syariah (27/4/17) dengan tema “Serenity of Minangkabau”(Ketentraman dari Minangkabau).

Sekarang ini Wisata halal booming dan menjadi sorotan dari berbagai belahan di dunia, semenjak tragedi 9/11 terjadi, hubungan antara kaum muslim dan warga Amerika Serikat goyang sehingga terciptanya islam pobia dan menyebabkan kebencian terhadap umat muslim bagi Masyarakat Eropa dan Amerika.


Seiring berjalan waktu, keadaan ini menjadi peluang bisnis bagi negara-negara, mereka berlomba-lomba memberikan kemudahan bagi wisatawan dari negara-negara muslim yaitu menciptakan wisata halal, hal ini sangat didukung oleh wisatawan dari berbagai negara muslim.
Negara-negara di luar OKI menangkap peluang dalam menggarap bisnis wisata halal ini, dan negara non muslim dalam menjadikan wisata halal menjadi daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dengan melengkapi sarana dan prasaran bagi umat Islam yang ingin berwisata di negara tersebut.
Sebagai contoh adalah penyediaan ruang ibadah bagi umat muslim di bandara Narita di Jepang. Pemerintah Jepang menangkap peluang pasar wisata dengan menyediakan sarana dalam menunjang peribadahan dari wisatawan muslim, dan juga pemerintah Jepang juga menggalakkan Halal Food, sehingga umat muslim yang ingin berwisata ke negara tersebut dapat memenuhi kebutuhan rohaniah mereka dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang diberikan.

Melihat pencapaian Sumatera Barat yang berhasil memperoleh 3 kategori sebagai World Best Halal Culinary Destination, World Best Halal Destination, dan World Best Halal Tour Operator yang dimiliki oleh ERO Tour di World Halal Tourism Award 2016. Hal ini mengukuhkan dominasi Indonesia di ajang ini dimana Indonesia mendapatkan 12 dari 16 kategori yang dinominasikan.

Pada tahun 2019 pemerintah Indonesia menargetkan kunjungan wisatawan ke Indonesia 20 juta wisatawan, untuk mewujudkannya pemerintah dan swasta harus bekerja sama.
Sari juga menjelaskan, Indonesia sangat berpeluang dalam mewujudkan wisata halal, didukung oleh mayoritas masyarakat yang beragama muslim, Indonesia sangat berpengaruh dalam meningkatkan kunjungan wisatawan. Wisata halal tidak hanya dilihat dari destinasi saja, kita harus melihat dalam berbagai bidang, seperti industri. Sumbar harus menjadi icon dari pembuatan pakaian muslim di dunia, yang juga bisa dilihat dari makanan, selain itu pengusaha perhotelan yang ada di Sumatera Barat harus menyediakan kolam renang yang membedakan perempuan dan laki-laki sehingga fokus Sumatera Barat dalam menggarap wisata halal lebih optimal yang dapat meningkatkan dan berpeluang menjadi daerah kunjungan wisatawan dari Timur Tengah.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat, Oni Yulfian selaku narasumber mengatakan peningkatan wisata halal di Sumatera Barat dapat dioptimalkan dari budaya yang ada di Sumatera Barat, budaya dalam statistiknya mendapat porsi 65% dalam menarik tingkat kunjungan wisatawan, seperti acara qataman Al-quran, dan juga mengantar “pabukoan”, “baliamau” yang dapat dioptimalkan sebagai salah satu potensi wisata halal di Sumatera Barat.
NTB, Aceh dan Sumatera Barat menjadi pilot project pemerintah dalam menggagas wisata halal di Indonesia, karena ketiga daerah ini didukung oleh berberapa faktor pendukung antara lain, masyarakat, agama dan budaya. Untuk menarik kunjungan wisatawan dari Timur Tengah, Sumatera Barat harus membuat lokasi untuk kehidupan malam.
Kehidupan malam bukan  dikonotasikan negatif, karena wisatawan dari Timur Tengah itu dipengaruhi oleh cuaca dari negaranya yang panas yang mengakibatkan para wisatawan tersebut enggan untuk keluar di siang hari dan lebih melakukan  aktivitas wisata di malam hari dan ini harus menjadi bahan pemikiran kita bersama dalam meningkatkan kunjungan dari wisatawan dari Timur Tengah ini.

Kepala BNI Syariah cabang Padang menjelaskan bahwa BNI Syariah sudah terang-terangan mengatakan punya program pengembangan pariwisata syariah dengan menggandeng Mastercard guna memberikan aneka kemudahan bagi penggunanya yang notabene juga pemegang kartu BNI Syariah. Dengan mengandeng Mastercard, BNI Syariah tak hanya membidik wisatawan domestik tetapi juga mancanegara. Pelancong asing dari negara-negara Timur Tengah menjadi fokus utama dari incaran BNI Syariah dalam menggaet wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Sumatera Barat. Oleh karena itu dengan menyabet Sumatera Barat memenangi 3 kategori di World Halal Tourism Award 2016 maka managemen mengadakan acara ini bertujuan untuk menggandeng pemerintah dan swasta baik perhotelan, biro travel, rumah makan serta instansi terkait lainnya yang ada di Sumatera Barat untuk dapat bekerjasama dalam menciptakan dan berupaya mempertahankan dan meningkatkan kunjungan halal tourism ini. Faktor-faktor pendorong dari meningkatnya wisata halal disebabkan oleh beberapa faktor seperti tumbuhnya ekonomi masyarakat menengah, serta meningkatnya budaya traveling sebagai gaya hidup masyarakat dunia. Dan yang tak dapat dibendung adalah besarnya kekuatan viral di dunia internet dan media sosial serta besarnya potensi Indonesia sebagai destinasi wisata halal yang menyebabkan meningkatnya peluang bisnis di wisata halal tersebut. Karena dengan halal tourism ini menjadi tonggak yang diharapkan dalam meningkatkan perekonomian di Sumatera Barat ucapnya.