Bupati Pesisir Selatan sesalkan Mandeh Dikelolah Tanpa Perhatikan Lingkungan

Painan – Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni menyesalkan beberapa lokasi strategis di Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh dikelola tanpa memerhatikan kelestarian lingkungan.

“Hutan bakau dirusak untuk membuat pelabuhan pribadi, bukit-bukit dipangkas mengggunakan alat berat, jika ini tidak dikendalikan Mandeh tidak akan indah lagi,” kata Bupati di Painan, Sumatera Barat, Rabu (05/04/17).

Hal tersebut Dia ketahui usai mengunjungi lokasi itu pada Selasa (04/04/17) setelah beberapa kali mendapat informasi terkait kondisi Mandeh terkini dari masyarakat.

Bahkan, kata dia, hal tersebut sebagian dilakoni oleh pejabat daerah dan yang lebih parah sebagian bangunan yang ada tidak mengantongi izin.

“Ternyata laporan masyarakat benar, ini tidak bisa dibiarkan dan harus diproses hukum,” ujarnya.

Meminimalkan kegiatan itu dia mendorong organisasi perangkat daerah terkait agar memperketat pemberian izin mendirikan bangunan di lokasi tersebut.

Karena menurutnya, jika hal itu tidak dilakukan maka upaya mempromosikan daerah tersebut ke investor baik lokal maupun mancanegara akan sia-sia karena kawasan strategis telah dikelola.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pesisir Selatan, Zefnihan mengatakan, khusus jumlah kamar penginapan di Mandeh lebih kurang 30 unit dan itu belum cukup untuk menampung banyaknya kunjungan wisatawan.

Terkait kerusakan hutan dan perbukitan di Mandeh pihaknya menyebutkan hal itu merupakan kewenangan organisasi perangkat daerah terkait.

“Di Mandeh sudah ada ASN yang dikhususkan untuk mengawasi kegiatan pembangunan,” ungkap dia.

(Antara Sumbar)