Serenity Of Minangkabau, Branding, Komitmen Pariwisata Sumatera Barat

Branding adalah tentang detail yang tidak dilihat orang lain. Tentang trend yang orang lain tidak pikir. Hal itu disampaikan, Jaya Patra salah satu narasumber dalam Sosialisasi Branding Pesona Indonesia, Jumat (24/3) dalam ruangan pertemuan sebuah hotel di Kota Padang.

Jaya Patra dengan materi sosialisasi branding pariwisata Sumatera Barat atau bisa disebut dengan Serenity of Minangkabau menjelaskan asal muasal gambar tersebut muncul "Ini kita munculkan ketika mengikuti kompetisi wisata halal nasional 2016," sebut Patra, panggilan akrabnya.

Serenity of Minangkabau merupakan branding resmi Pariwisata Sumatera Barat. Secara visual logo ini seperti atap rumah gadang yang memiliki banyak gonjong dan berbagai warna yang bersatu dalam sebuah kesatuan. Jaya Patra, seniman asal Kota Padang yang terlibat aktif di pengembangan branding provinsi Bali itu menyebutkan dasar pembentukan Serenity of Minangkabau memuat seluruh unsur yang ada di Sumatera Barat.

Beberapa diantaranya yaitu, heritage, events, mice, nature, halal food, atrraction. Dalam paparannya, Patra melukiskan kekuatan kekuatan pariwisata Sumatera Barat dan itu dimuat dalam logo Serenity of Minangkabau. Logo Serenity of Minangkabau juga diselaraskan dengan mandatori branding Pesona Indonesia.

Logo serenity of Minangkabau menggambarkan "Alam takambang menjadi guru," yang termuat dalam gonjong menghadap ke atas dan senantiasa dinamis tenang gerak angin termuat dalam (garis putih) dan budaya yang bersendikan syariat terlukis pada atap secara utuh. Dalam perjalanannya, Yopi Nursali salah satu pakar komunikasi juga melukiskan Serenity of Minangkabau sebagai sebuah kedamaian yang masuk kedalam kalbu.

"Tak sekedar damai diluar, tapi damai yg menukik ke kalbu, terbentuk suasana jiwa yg damai, tenang, mutmainnah. Itulah kira2 nuansa "spiritual" yg dirasakan saat kita menjelajahi dan menikmati alam minangkabau," jelas Yopi dari Latifa Consulting. Dalam diskusi bersama peserta topik terus berkembang menggali pengalaman Jaya Patra terhadap branding dan perbadingan terhadap Pariwisata Sumatera Barat. (*)