Tinjau Potensi Wisata, Wawako Telusuri Sarasah Aie Batimpo

Solok kota - Salah satu sumber air, Sarasah Aie Batimpo di kawasan Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok juga dapat dijual sebagai salah satu potensi objek wisata.

salah satu objek wisata yang dulu sempat bersinar di Kota Beras Serambi Madinah ini, di Sarasah Aie Batimpo ini setidaknya terdapat tiga titik air terjun eksotis yang memanjakan mata. Selain itu, kawasan Sarasah Aie Batimpo memiliki kondisi alam yang masih terbilang perawan dan asri.

Untuk menggarap kembali potensi wisata ini, Wakil walikota Solok, Reinier bahkan langsung berkunjung ke lokasi ini. Tak pelak, Reinier harus menjajal track yang lumayan ekstrim dengan berjalan kaki. Wawako bersama rombongan juga terpaksa melakukan scrambling dengan menggunakan bantuan tali untuk menaklukkan track yang lumayan terjal untuk mencapai kawasan hulu.

Dalam rombongan tersebut, Wakil Walikota Solok juga didampingi oleh Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Alkaf, Kepala Dinas Pertanian, Jefrizal, Kabag Humas dan Protokoler Nurzal Agustim dan dinas terkait lainnya.

"Saya ingin melihat secara langsung potensi yang bisa dikembangkan di kawasan Sarasah Aie Batimpo, ternyata sangat bagus dan indah," ungkap Reinier, Minggu 5 Februari 2017.

Meskipun menguras fisik, namun hal tersebut tak mengalahkan semangat Wawako untuk berbuat demi kemajuan Kota Solok. Mantan pemain bola ini masih memiliki fisik yang prima seperti anak muda. Nantinya, lanjut Reinier sambil melepas pandangan ke air terjun, potensi yang ada ini akan diiventarisir dan digarap secara lebih serius.

Menurutnya, jika Sarasah Aie Batimpo dikelola dengan baik, akan mampu menjadi salah satu magnet pariwisata yang akan mampu menghadirkan wisatawan. Dan secara langsung akan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan secara tidak langsung akan menyumbang PAD kepada daerah.

Sarasah Aie Batimpo sendiri hanya berjarak lebih kurang 5 Kilometer dari Pusat Kota Beras Serambi Madinah.

Balai Benih Ikan
Selain wisata, di Sarasah Aia Batimpo ini juga terdapat Balai Benih ikan (BBI) yang juga bisa dikembangkan sebagai salah satu wisata edukasi terkait perihal perikanan air tawar.

Jika kedua potensi ini disinergikan akan melahirkan peluang untuk menciptakan ekowisata terpadu atau pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

"Masih banyak potensi lainnya yang perlu menjadi perhatian kita bersama untuk dikembangkan dan itu butuh dukungan dari semua pihak," beber Reinier.

Hingga kini, pemerintah Kota Solok boleh dibilang belum memiliki objek wisata unggulan yang dikembangkan secara serius dan lebih profesional sebagai salah satu "jualan" untuk mewujudkan Kota Solok Kota tujuan tahun 2020.