Festival Dayung Palinggam

Padang - Pemerintah Kota Padang akan menggelar Festival Dayung Palinggam tepatnya di Palinggam, Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan pada 1 hingga 4 Desember 2016.

"Ini memang sudah even tahunan yang diadakan di Batang Arau dan sudah diagendakan sejak lama," kata Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang, Medi Iswandi di Padang, Rabu.

Terkait even festival dayung anak nagari tersebut, katanya, terdapat perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya yakni terkait adanya kedatangan tamu dari negara-negara di Asia Tenggara pada waktu bersamaan.

Ia menyebutkan ada sekitar 300 orang tamu yang datang pada tanggal yang sama sebab bertepatan dengan Festival Ekonomi dan Budaya Antar Bangsa 2016 ataau Investasi Malindo Business and Cultural Center (MBCC) di Kota Padang.

"Jadi kami berencana membawa rombongan ikut menyaksikan Festival Dayung Palinggam sehingga even tahunan anak nagari lebih meriah," katanya.

Menurutnya, terkait hal itu pihaknya hanya bertanggung jawab menjemput rombongan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), sementara untuk semua biaya yang disebabkan termasuk penginapan hotel dan pelaksanaannya menjadi tanggung jawab Malaysia.

Selain itu, ia berharap dengan adanya kunjungan rombongan Asia Tenggara itu dapat semakin memperkenalkan wisata dan budaya daerah setempat di mata wisatawan asing atau internasional.

"Diharapkan momentum itu bisa dimanfaatkan masyarakat setempat untuk turut menyukseskan Festival Dayung Palinggam, apalagi karena dihadiri tamu luar negeri," ujarnya.

Hal itu, ujarnya, dapat dilaksanakan dengan sama-sama menjaga keamanan, kebersihan serta kenyamanan sehingga setiap yang berkunjung mendapat kesan baik dan turut mempromosikan di negara asalnya.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Surya Jufri meminta pemerintah setempat memaksimalkan pelaksanaan even Festival Dayung Palinggam awal Desember 2016.

Menurutnya, hendaknya pemerintah dan masyarakat setempat dapat memanfaatkan momentum even yang bertepatan dengan kedatangan 300 rombongan se-Asia Tenggara sehingga bisa jadi ajang promosi budaya dan wisata Kota Padang.

"Jika kegiatan terlaksana maksimal, wisatawan luar negeri bisa nyaman tentu mereka bisa turut serta menjadi relawan promosi di negara asalnya. Ini akan sangat menguntungkan untuk Kota Padang ke depannya," katanya.